Buka konten ini
BATAMKOTA (BP) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam kembali menggelar kegiatan keagamaan yang bernuansa keislaman yakni Khataman Qur’an di kantor Disbudpar di Gedung LAM, Batam Center, Jumat (20/3). Kegiatan tahunan ini merupakan yang keempat kalinya digelar, serta menjadi bagian dari rangkaian Bazar Batam Wonderfood and Art Ramadan (BWR) yang berlangsung di Taman Dang Anom, Batam Center, yang akan ditutup, Sabtu (22/3) besok.
Semula, acara ini direncanakan berlangsung di Taman Dang Anom. Namun, akibat cuaca yang tidak mendukung, pelaksanaannya terpaksa dipindahkan ke Kantor Disbudpar Kota Batam. Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat peserta dan penyelenggara untuk melaksanakan kegiatan dengan penuh khidmat.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Plt Sekretaris Disbudpar, Ratnasari Tarigan, serta seluruh pegawai Disbudpar yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Khataman Qur’an yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
”Tradisi Khataman Qur’an ini merupakan bagian dari upaya kita dalam memperkuat identitas budaya Islam di Batam. Meskipun acara harus dipindahkan karena cuaca, semangat kita untuk melaksanakan Khataman Qur’an tetap tinggi,” ujar Ardiwinata.
Khataman Qur’an merupakan tradisi membaca Al-Qur’an secara bersama-sama dengan tujuan menghatamkan Al-Qur’an dalam satu waktu. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman agama Islam serta mempererat hubungan antarumat Muslim. Biasanya, tradisi ini digelar pada momen-momen penting seperti bulan Ramadan sebagai pengingat akan pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan umat Muslim.
Ardiwinata juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana mengusulkan Khataman Qur’an sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
”Kami percaya bahwa tradisi ini sangat relevan dengan masyarakat Batam, terutama penduduk asli Melayu yang identik dengan Islam. Melalui pengusulan ini, kami berharap kegiatan ini bisa mendapatkan pengakuan yang lebih luas dan semakin memperkaya khazanah budaya Batam,” tambahnya.
Disbudpar Kota Batam berharap Khataman Qur’an tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga sarana meningkatkan kesadaran budaya dan keagamaan masyarakat. Seiring waktu, kegiatan ini telah menjadi bagian penting dalam kalender keagamaan di Batam. Selain memperkuat nilai-nilai keislaman, tradisi ini juga menjadi jembatan bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan memahami akar budaya Islam yang kaya.
”Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbicara soal ibadah, tetapi juga bagaimana melestarikan budaya yang sarat nilai-nilai luhur serta menghubungkan generasi muda dengan warisan Islam yang kaya,” pungkas Ardiwinata.
Dengan pengusulan ini, Disbudpar berharap Khataman Qur’an semakin dikenal dan dihargai sebagai bagian dari warisan budaya Batam yang harus terus dilestarikan. (***)
Reporter : Ratna Irtatik
Editor : Moh. Tahang