Buka konten ini

Curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang membuat sejumlah wilayah di Anambas dilanda bencana, Kamis (20/3).
Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo, mengatakan dari laporan yang pihaknya terima, sedikitnya ada dua peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polsek Siantan.
”Kami rincikan dua kejadian di wilayah hukum Polsek Siantan yakni satu unit rumah di Tarempa Timur ambruk kelaut dan pohon tumbang di Desa Tiangau,” ujar Sutomo.
Sutomo menjelaskan untuk peristiwa rumah ambruk ini dirasakan oleh Bobby yang sehari-hari bertugas sebagai Pemadam Kebakaran.
”Saat kejadian, Bobby sedang tidur bersama anak dan istrinya. Tanpa disadarinya, rumah tersebut tiba-tiba roboh dan terendam air, sehingga membuat ia terbangun. Kejadian pukul 08 00 WIB,” jelas Sutomo.
Begitu menyadari rumah ambruk, Bobby lantas mengevakuasi istri dan anaknya ke rumah tetangga untuk mencari tempat yang lebih aman.
”Sementara itu, tetangganya menghubungi petugas SAR untuk meminta bantuan. Kami langsung turun kelapangan,” ucap Sutomo.
Berdasarkan penyelidikan sementara, robohnya rumah milik Bobby disebabkan tiang rumah tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya patah dan mengakibatkan bangunan runtuh. ”Karena angin kuat dan gelombang kencang. Jadi tiang rumah tak kuat menahan hantanman itu. Kerugian kami taksir Rp 94 juta,” kata Sutomo.
Sementara itu, untuk peristiwa pohon tumbang yang terjadi di Desa Tiangau disebabkan angin kencang. Beruntung, saat kejadian tidak ada pengendara yang melintas.
”Alhamdulillah tidak ada korban. Kami bersama BPBD dan TNI langsung membersihkan pohon tumbang agar warga bisa segera melintas,” kata Sutomo.
Akibat pohon tumbang ini, arus listrik di wilayah Siantan mengalami blackout dan menyebabkan listrik padam.
”Kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menjalankan aktivitas. Kalau cuaca tidak bagus, sebaiknya mengurung diri dirumah dan selalu waspada,” pungkas Sutomo. (***)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI