Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemerintah pusat memastikan komitmennya terhadap pembangunan kawasan Rempang Eco City sebagai bagian dari program strategis nasional yang berkelanjutan. Meskipun tidak tercantum dalam daftar 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam RPJMN 2024-2029, proyek ini tetap mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, dengan pendekatan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat serta pengembangan wilayah yang terintegrasi.
Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam Rapat Koordinasi Rencana Penetapan Kawasan Transmigrasi Barelang di BP Batam, Selasa (18/3). Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas sejumlah agenda penting, termasuk penyerahan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada warga Rempang yang telah menempati hunian baru.
“Kita tahu bahwa pengembangan wilayah seperti ini harus dihadirkan dengan sinergi dan kolaborasi. Semua pihak harus terlibat agar program ini dapat berjalan dengan baik,” kata AHY.
Dari total 161 SHM yang telah diterbitkan, sebanyak 68 sertifikat diserahkan secara simbolis kepada warga. AHY menegaskan bahwa sertifikat ini memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang tengah berlangsung.
“Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan memberikan kepastian bagi masyarakat. Tidak hanya sekadar memindahkan, tapi juga membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
AHY juga menyampaikan bahwa program transmigrasi di Barelang berbeda dengan relokasi biasa. Jika relokasi hanya memindahkan masyarakat, transmigrasi mengedepankan pengembangan kawasan secara menyeluruh, termasuk infrastruktur, bantuan ekonomi, dan pendampingan sosial.
“Kita ingin Kepri semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan kesenjangan sosial berkurang,” ujarnya.
Untuk mendukung mata pencarian masyarakat, terutama yang bergerak di sektor perikanan, pemerintah juga menyiapkan kapal serta merencanakan pembangunan dermaga nelayan. Selain itu, Kementerian Transmigrasi telah mengalokasikan anggaran hingga Rp70 miliar untuk pembangunan 400-500 unit rumah, di luar tambahan dana untuk fasilitas lain.
AHY menambahkan, kendala utama dalam pelaksanaan proyek ini adalah masih ada sebagian masyarakat yang enggan direlokasi. Meski begitu, ia menyebut sudah ada ratusan warga yang bersedia pindah secara sukarela dan telah memperoleh SHM.
“Proses ini butuh waktu dan pendekatan yang tepat. Kami datang langsung ke sini untuk memberikan perhatian dan solusi terbaik bagi semua pihak,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas antarpulau di Kepri, mengingat 96 persen wilayah Kepri merupakan perairan. Dengan pengembangan kawasan transmigrasi Barelang, diharapkan tercipta peluang ekonomi baru, pertumbuhan industri, serta lapangan kerja yang lebih luas.
“Kita ingin Batam, Bintan, dan seluruh Kepri tumbuh bersama dengan dukungan sumber daya manusia yang unggul dan infrastruktur yang memadai,” ucap AHY.
Senada, Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga mengapresiasi langkah strategis BP Batam dalam menyusun masterplan pembangunan kawasan permukiman yang berbasis kepada potensi ekonomi. Melalui perencanaan tersebut, Iftitah mengaku optimis jika program transmigrasi pada pembangunan kewilayahan di Rempang bakal memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat tempatan.
“Esensi dari transmigrasi ke depan adalah fokus untuk menciptakan kawasan ekonomi. Kami siap mendukung pembangunan rumah baru dan dermaga nelayan untuk masyarakat Rempang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa program transmigrasi ini tidak hanya sekadar memindahkan masyarakat ke suatu kawasan. Akan tetapi, pemerintah turut menata kawasan tersebut secara modern dengan dilengkapi pendampingan ilmu bagi masyarakat guna menciptakan peluang ekonomi ke depannya.
“Kami juga berupaya untuk memfasilitasi pembangunannya agar seluruh masyarakat merasakan kesejahteraan,” ucapnya.
Sementara, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pemerintah pusat terhadap realisasi pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Eco-City. Amsakar meyakini, kolaborasi yang maksimal antara pemerintah pusat dan daerah akan memberikan lompatan luar biasa terhadap kemajuan Batam.
“Terima kasih apresiasi dan dukungan dari Bapak Agus Harimurti Yudhoyono dan Bapak Iftitah Sulaiman Suryanagara terhadap pengembangan Kawasan Rempang sebagai Pusat Ekonomi Baru. Semoga, SHM ini dapat melahirkan rasa percaya (trust) dari masyarakat Rempang untuk mendukung rencana pemerintah,” ucap Amsakar yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam.
Turut hadir dalam kegiatan Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan; Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra; Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad; Wagub Kepulauan Riau, Nyanyang Harris Pratamura; Forkopimda Kepri dan Kota Batam. (*)
Reporter : FISKA JUANDA – ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG