Buka konten ini
BATAM (BP) – Organisasi olahraga sepakbola Kota Batam yakni Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Batam menggelar buka bersama puluhan anak yatim, sekaligus membagikan santunan berupa uang tunai kepada puluhan anak yatim Batam, Selasa (18/3) sore.
Digelar di restoran Hotel Beverly, Lubukbaja, para pengurus PSSI Kota Batam terpilih 2025-2029 ini tak hanya menggelar buka bersama dan berbagi bersama anak yatim saja, sejumlah kegiatan juga digelar berbarengan dengan acara buka bersama.
Seperti dikatakan Ketua PSSI Batam terpilih periode 2025-2029 Rival Pribadi. Sore kemarin juga digelar diskusi pemantapan calon pengurus PSSI Kota Batam yang baru terpilih, serta menyusun struktur kepengurusan.
“Kegiatan berbuka puasa bersama puluhan anak yatim ini dihadiri juga oleh 28 voter yang tergabung dalam pemilihan kepengurusan PSSI Kota Batam yang baru terpilih kemarin. Kami ingin organisasi olahraga yakni PSSI Batam tak hanya fokus membesarkan prestasi saja, tetapi juga harus peduli dengan sesama, salah satunya pemberian santunan kepada puluhan anak yatim di Batam ini,” ujarnya.
Pihaknya dalam waktu dekat juga akan melakukan pembenahan struktur organsisasi di tubuh PSSI Kota Batam terpilih periode 2025-2029. “Apabila SK dari Askot Provinsi Kepri sudah turun, maka kami akan membuat sejumlah event atau kompetisi sepakbola di Batam ini. Nantinya event akan kami rapatkan di raker pengurus stelah dapat SK dari Askot Provinsi Kepri,” terang Rival.
Sementara Ketua Harian PSSI Kota Batam periode 2025-2029 Mochammad Mustofa, menegaskan usai SK kepengurusan PSSI Kota Batam terpilih periode 2025-2029 turun, nantinya PSSI Kota Batam akan langsung menjalankan program kerja organisasi di Batam.
“Perencanaan yang sudah kami buat tinggal kami jalankan saja. Ada beberapa persoalan yang hari ini juga kami ingin evaluasi dari kepengurusan PSSI Kota Batam yang lama. Kalau biasanya antarorganisasi pergantian kepengurusan kan ada LPJ, kami tak ada LPJ yang lama ini, apa kendala-kendalanya kan tidak ada. Artinya kami di kasih nol. Yang jelas 3 tahun PSSI Kota Batam vakum, tak ada pertandingan apa-apa. Kalau kepengurusan di PSSI Batam sudah berganti, ternyata masih saja vakum, berarti yang salah dan harus dievaluasi adalah pengurus di PSSI Batam ini,” terangnya.
Menurut Mustofa, masalah di organisasi olahraga seperti tak adanya anggaran, dinilainya masalah yang klasik. “Sebenarnya kemampuan dari pengurus untuk berkoordinasi dengan KONI itu yang harus diperkuat. Karena KONI sebagai lembaga mandatory, yang menerima hibah yang didistribusikan ke cabor-cabor. KONI sendiri juga harus aktif,” tegasnya mengakhiri. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : YUSUF HIDAYAT