Buka konten ini
LINGGA (BP) – Sebuah lori yang melawati jalan pelabuhan penyeberangan Roro Penarik di Daik, Kabupaten Lingga tersangkut akibat kondisi jalan berlumpur dikarenakan hujan lebat yang belakangan ini mengguyur beberapa daerah di Kabupaten Lingga. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (15/3).
Pantauan Batam Pos, terlihat sebuah kendaraan roda empat berwarna kuning yang baru saja menyeberang dari Pelabuhan Roro Jagoh menggunakan jasa transportasi KMP Paray menuju Pelabuhan Roro Penarik Daik tersangkut di jalan tanah merah tidak jauh dari Pelabuhan Roro Penarik.
Jalan yang menjadi akses penting sebagai penghubung antara pelabuhan dengan permukiman masyarakat seharusnya dalam kondisi baik dan nyaman digunakan. Namun, hal ini tidak berlaku pada jalan di Pelabuhan Roro Penarik Daik.
Seorang sopir yang mobilnya terjebak di jalan Pelabuhan Roro Penarik mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak yang berwenang terkait perbaikan jalan tersebut, karena akibat dari kondisi jalan saat ini mengakibatkan mereka jadi terlambat untuk melakukan pekerjaan yang sudah ditargetkan.
”Saya merasa sangat kecewa, seharusnya kami sudah sampai di tempat tujuan dan sudah melakukan pekerjaan yang kami targetkan. Namun, dengan kondisi seperti ini pekerjaan kami menjadi terhambat dan kami mengalami kerugian terutama dalam waktu,” ujar Sopir Lori, (15/3).
Selanjutnya, menurut salah seorang pengendara roda dua yang melintas, kejadian ini bukanlah kali pertama di jalan Pelabuhan Roro Penarik ini. Setiap hujan deras mengguyur kawasan pelabuhan, maka akses jalan yang belum di aspal akan menghambat aktivitas kendaraan yang melintasi jalan tersebut.
”Kejadian ini ntah yang keberapa kakinya terjadi di jalan ini. Setiap ada hujan deras di kawasan pelabuhan, maka kondisi jalan akan menjadi licin dan berlumpur. Tidak hanya kendaraan roda empat, bahkan Kendaraan roda dua pun sulit melintasi jalan tersebut karena licin dan berlumpur yang mengakibatkan terbenamnya Ban motor maupun mobil,” ucap salah satu pengendara motor.
Pengendara tersebut mengatakan, untuk jalan yang belum diaspal hanya sekitar 500 Meter. Namun, kondisi jalan yang mendaki dan akan licin serta berlumpur jika terkena air hujan mengakibatkan aktivitas kendaraan menjadi terhambat dan dapat mengancam keselamatan.
”Kami sangat menyayangkan, kenapa pada saat pembuatan pelabuhan, jalan yang masih tanah merah tersebut tidak langsung diaspal hingga ke pelabuhan. Padahal tidak banyak lagi, panjangnya hanya sekitar 500 Meter saja. Akibat jalan yang belum diaspal ini, berdampak pada kelancaran aktivitas kendaraan yang lewat dan dapat membahayakan keselamatan pengendara,” ungkapnya.
Selanjutnya, pengendara tersebut berharap agar pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk segera melakukan tindakan nyata terkait jalan akses menuju pelabuhan Roro Penarik yang berada di Daik, Kabupaten Lingga Karena masih di bawah kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau.
”Semoga dari Dishub Provinsi Kepulauan Riau untuk segera melakukan pengaspalan pada jalan tersebut. Karena, jika dibiarkan terus menerus akan merugikan masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan memakan korban,” tutupnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI