Buka konten ini
BATAM (BP) – Menjelang arus mudik Lebaran, PT Bandara Internasional Batam (BIB) menyiapkan strategi untuk mengakomodasi lonjakan penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Sebanyak 29 penerbangan disiapkan untuk mengatasi lonjakan pemudik.
“Salah satu langkah utama yang diambil adalah menambah 29 penerbangan, baik reguler maupun charter, serta penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar,” ujar Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, Senin (17/3).
Pikri mengatakan lonjakan penerbangan ini mulai terlihat dua minggu sebelum Lebaran, sejalan dengan meningkatnya permintaan tiket. ”Untuk tambahan penerbangan ini mulai muncul sejak dua minggu sebelum Lebaran. Biasanya, maskapai juga bisa menggunakan pesawat dengan kapasitas lebih besar untuk mengangkut lebih banyak penumpang,” katanya.
PT BIB memperkirakan jumlah pemudik yang melalui Bandara Hang Nadim tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. ”Tahun 2024, arus mudik di Bandara Hang Nadim mencatat 181.939 penumpang dengan 1.359 penerbangan dan 1.421 ton kargo. Tahun ini, kami perkirakan ada kenaikan sekitar 10 persen,” ujar Pikri.
Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya jumlah pemudik yang memilih transportasi udara sebagai alternatif perjalanan cepat dan nyaman. Mengantisipasi lonjakan penumpang, PT BIB telah menyelesaikan renovasi gedung terminal satu dan menyiapkan posko mudik bersama berbagai instansi terkait.
Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung juga dioptimalkan, seperti penambahan petugas layanan, pembukaan kembali tenant, restoran, dan pusat layanan pelanggan maskapai penerbangan. ”Pembukaan tenant, toko, restoran, serta posko oleh semua pemangku kebijakan menjadi bagian dari upaya kami dalam melayani pemudik. Kami juga telah menyiapkan pengoperasian pusat layanan pelanggan maskapai penerbangan,” jelas Pikri.
Dalam menghadapi potensi keterlambatan penerbangan yang sering terjadi selama arus mudik, PT BIB telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan dampak bagi penumpang. ”Terkait potensi keterlambatan penerbangan saat arus mudik, tengah kami persiapkan langkah antisipasinya,” katadia.
Dengan berbagai upaya ini, PT BIB berharap arus mudik di Bandara Hang Nadim Batam dapat berjalan lancar, sehingga para pemudik dapat menikmati perjalanan yang nyaman dan aman selama musim Lebaran.
Operasi Ketupat Seligi 2025
Sementara itu, Polda Kepulauan Riau (Kepri) akan segera melaksanakan “Operasi Ketupat Seligi 2025” guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idulfitri. Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, menegaskan operasi ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk tanggung jawab besar dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
”Operasi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi komitmen kami dalam menjamin masya-rakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolda, Senin (17/3).
Personel harus siap menghadapi lonjakan arus mudik, potensi kecelakaan, serta peningkatan aktivitas kriminalitas. Dalam kesempatan yang sama, Irjen Pol Asep Safrudin juga menyoroti permasalahan penyalahgunaan narkoba di internal kepolisian.
Ia menegaskan tidak akan mentoleransi keterlibatan anggotanya dalam peredaran narkotika. ”Polri harus menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba, bukan malah terlibat di dalamnya. Saya pastikan ada tindakan tegas bagi siapa pun yang bermain-main dengan barang haram ini,” ujarnya.
Selain itu, Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadan. Menurutnya, tugas kepolisian semakin berat menjelang hari raya, sehingga kesiapan fisik dan mental menjadi hal yang krusial.
”Tugas kita tidak mudah, terlebih di bulan puasa. Manfaatkan waktu istirahat dengan baik, tetap fokus, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan prima,” ujarnya. Dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2025, diharapkan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Kepulauan Riau dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Jalan Nasional Jateng-DIY Siap 92,31 Persen
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mematangkan infrastruktur pendukung arus mudik Lebaran 2025. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan, kesiapan jalan nasional di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mencapai angka 92,31 persen.
Dody menekankan, pencapaian itu merupakan buah dari kerja keras dan sinergi lintas instansi. ”Panjang total jalan nasional yang kami tangani di Jateng dan DIJ mencapai 1.887,29 km. Dari panjang itu, 92,31 persennya sudah berstatus mantap. Artinya, rute-rute utama mudik sudah optimal untuk dilalui,” tuturnya.
Capaian itu juga tecermin dari data BBPJN. Yakni, di Provinsi Jateng, panjang jalan 1.580,95 km dengan kemantapan 91,28 persen. Lalu, di Provinsi DIY, panjang jalan 306,34 km dengan kemantapan 97,65 persen. Menurut dia, pemeliharaan rutin jalan seperti penambalan lubang dan perbaikan drainase terus diakselerasi agar siap meng-hadapi curah hujan serta lonjakan volume kendaraan saat arus mudik.
”Dari total 21.476 lubang yang terdeteksi sejak 1 Januari 2025, sebanyak 20.649 telah diperbaiki, menyisakan 827 lubang yang ditarget rampung sebelum H-10 Lebaran,” jelasnya.
Menteri PU juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati di titik rawan kecelakaan. Di Jateng tercatat 23 titik rawan, sedangkan di DIY ada 7 titik. ”Walaupun jalannya mantap, kalau pengguna tidak waspada ya bisa bahaya juga. Kami sudah pasang rambu-rambu tambahan di sana, tapi tetap perlu kesadaran penuh dari pengendara,” ungkapnya. Dia menyatakan, tim pemantau jalan akan disebar di sepanjang jalur utama dan jalur alternatif.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau pejabat tidak menggunakan fasilitas negara saat momen mudik. Pesan tersebut tidak hanya untuk di Kemenag, tetapi juga institusi pemerintahan secara umum. ”Kalau pulang kampung, gunakan kendaraan pribadi saja,” ucapnya.
Nasaruddin menjelaskan, sejak awal menjadi pejabat negara, dirinya telah menyatakan tidak akan menggunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadi. Termasuk mobil dan rumah dinas.
Dia mengatakan sudah 12 tahun jadi pejabat di Kemenag. Mulai Dirjen Bimas Islam, wakil menteri agama, sampai sekarang menteri agama. ”Saya selalu berhati-hati dalam menggunakan fasilitas negara. Seperti tidak menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, termasuk membawa keluarga atau saudara,” ujarnya. Bahkan dia memilih tidak tinggal di rumah dinas karena khawatir tamu-tamu pribadinya menggunakan fasilitas negara seperti listrik dan air.
Pada bagian lain, Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur saat rapat dengan Komisi VI DPR kemarin (17/3) menjelaskan berbagai langkah yang telah disiapkan untuk mendukung perjalanan para pemudik. Mulai memperketat standard operating procedure (SOP) hingga penambahan sarana pengatur lalu lintas seperti rambu, lampu, dan markah jalan.
”Kami juga menyiagakan kendaraan layanan lalu lintas seperti derek dan crane per kilometer untuk meminimalkan gangguan lalu lintas,” jelasnya.
Dalam hal pengawasan, Jasa Marga akan melakukan safety patrol setiap 30 menit untuk memastikan situasi lalu lintas tetap aman dan terkendali. Di samping itu, teknologi canggih juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pengaturan lalu lintas. ”Kami telah menyiapkan 36 unit CCTv untuk mendeteksi insiden secara real-time. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan BMKG untuk memberikan informasi cuaca yang dapat memengaruhi kondisi lalu lintas,” ungkap Subakti. (*)
Reporter : AZIS MAULANA – JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG