Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa yakni USD 3.000 per troi ons pada Sabtu(15/3). Dilansir Bloomberg, pasar logam mulia telah melewati tonggak sejarah dengan mencapai rekor tertinggi baru sebesar USD 3.005,04 per troi ons. Harga emas tidak pernah mundur setelah menembus resistensi awal di USD 2.700 per troi ons.
Analis melihat bahwa pergerakan emas ke level USD 3.000 per troi ons masih berpotensi bergerak pada pola reli lebih besar. Dalam beberapa minggu terakhir, beberapa analis telah menyatakan bahwa emas berpotensi mencapai rekor tertinggi yang disesuaikan dengan inflasi, seperti yang terjadi pada Januari 1980.
Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek mengatakan bahwa setiap penurunan harga emas adalah peluang untuk membeli. Dengan espektasi bahwa logam mulia menemukan keseimbangan perdagangan baru di level USD 3.000 per troi ons tahun ini.
“Salah satu alasan utama mengapa tetap optimistis terhadap emas, bahkan pada level tinggi saat ini, adalah karena pergerakan harga ini bukan hanya didorong oleh momentum teknis,” ujar Bart, dilansir Bloomberg.
Kepala Strategi Emas di State Street Global Advisors George Milling-Stanley menambahkan, meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan kekacauan geopolitik mendorong investor untuk beralih ke logam mulia sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan tempat berlindung yang aman. “Rotasi penuh ke emas bahkan belum dimulai, karena pasar ekuitas masih berada dalam wilayah koreksi,” bebernya.
Lonjakan harga emas global juga tercermin di perdagangan domestik. Berdasar laman Logam Mulia pada Jumat (14/3) , harga emas Antam melesat menjadi sebesar Rp1.742.000 per gram, yang sekaligus merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Level tersebut mengalahkan rekor tertinggi yang dicapai pada perdagangan sehari sebelumnya dengan sebesar Rp1.714.000 per gram. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO