Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Tingkat persaingan dalam seleksi penerimaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) unggulan Kemenag sangat ketat. Dari total pendaftar 39.012 anak, yang dinyatakan lolos hanya 3.485 anak. Artinya satu anak bersaing dengan sepuluh anak pendaftar lainnya.
Seleksi masuk MAN unggulan itu diberi nama Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) MAN Unggulan 2025. Setelah melalui tahapan ujian berbasis komputer, Kemenag umumkan 3.485 anak lolos seleksi. Dengan perincian 2.746 siswa yang masuk MAN IC (Insan Cendekia), 548 siswa MAN PK (Program Keagamaan), dan 191 MA Kejuruan.
“Saya ucapkan selamat kepada para pendaftar yang dinyatakan lulus,” kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Prof Suyitno, dalam keterangannya, Sabtu (15/3). Dia mengatakan para siswa yang dinyatakan lulus, dipersilakan mengikuti dengan baik setiap tahapan berikutnya. Sementara kepada adik-adik yang belum berhasil, dia berharap jangan berkecil hati. Karena masih banyak madrasah-madrasah lain yang kualitasnya juga tak kalah baik.
Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Nyayu Khodijah, mengungkapkan bahwa pengumuman SNPDB MAN Unggulan bisa dilihat melalui akun individu masing-masing pendaftar di website pendaftar. Tahun ini, kata Nyayu Khodijah, jumlah peminat MAN Unggulan sangat tinggi, mencapaI 39.012 siswa.
Jumlah ini lebih banyak dibanding 2024, 31.990 pendaftar. Sebanyak 27.517 siswa mendaftar SNPDB MAN IC, 4.689 siswa MAN PK, dan 733 siswa di MAKN.
Untuk MAN IC, pendaftar terbanyak di MAN IC Pekalongan dengan 6.085 siswa. Pada urutan berikutnya adalah MAN IC Serpong (3.703), MAN IC Padang Pariaman (1.964), MAN IC Ogan Komering Ilir (1.566), MAN IC Sambas (1.161), MAN IC Jambi (1.094), MAN IC Kota Batam (908), MAN IC Pasururan (759), MAN IC Bengkulu Tengah (720), MAN IC Siak (629), dan MAN IC Gowa (582).
Di urutan berikutnya ada MAN IC Aceh Timur (575), MAN IC Tanah Laut (573), MAN IC Kota Kendari (540), MAN IC Gorontalo (535), MAN IC Kota Palu (512), MAN IC Lombok Timur (459), MAN IC Sorong (419), MAN IC Tapanuli Selatan (419), MAN IC Sumedang (407), MAN IC Lampung Timur (382), MAN IC Paser (382), MAN IC Halmahera Barat (350), MAN IC Bangka Tengah (302), dan MAN IC Kota Palangkaraya (292).
“Dari data pendaftar itu, tingkat persaingan paling ketat ada di MAN IC Pekalongan, yakni 1 banding 55, disusul MAN IC Serpong 1 banding 29, dan MAN IC Padang Pariaman 1 banding 18, serta MAN IC OKI Sumatra Selatan yaitu 12 siswa memperebutkan 1 kursi,” papar Guru besar UIN Raden Fatah.
Kementerian Agama membina 25 MAN Insan Cendekia yang secara khusus mendidik anak-anak tingkat SMA untuk fokus pengembangan ilmu sain dan teknologi. Alumni MAN IC sudah menyebar ke berbagai perguruan tinggi favorit di Indonesia dan di luar negeri. Mereka ada yang melanjutkan kuliah di Jepang, Amerika, Malaysia, Turki, Singapura, Inggris, Australia, Hongkong, Rusia, Qatar, Mesir, Korea Selatan dan Jerman.
Kementerian Agama juga membina 11 MAN Program Keagamaan, yaitu: MAN 2 Kota Padang Panjang, MAN 1 Ciamis, MAN 1 Surakarta, MAN 1 Yogyakarta, MAN 1 Jember, MAN 4 Jombang, MAN 2 Mataram, MAN 4 Banjar, MAN 2 Samarinda, MAN 3 Kota Makassar, dan MAN Batam. Sementara MA Kejuruan Negeri binaan Kemenag baru ada dua, yaitu MAKN Ende di NTT dan MAKN Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara. (*)
Reporter: ELFIRA
Editor: RYAN AGUNG