Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Simpang Kota Piring, Batu 8, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau kembali ditutup dengan alasan untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Namun, keputusan ini menuai protes dari warga sekitar yang merasa keberatan dengan kebijakan tersebut.
Padahal, simpang tersebut baru saja dibuka kembali pada Sabtu pekan lalu setelah sekian lama ditutup akibat tanah longsor di dekat bahu jalan. Kini, simpang empat yang menghubungkan Jalan D.I. Panjaitan (Batu 7 dan Batu 9), Jalan WR Supratman, serta Kota Piring kembali ditutup pada Selasa (12/3).
Warga yang tinggal di Jalan Kota Piring mengeluhkan dampak dari penutupan tersebut. Mereka yang hendak menuju Batu 6 kini harus memutar lebih jauh melalui u-turn di Jalan WR Supratman.
”Sekarang kami harus memutar lebih jauh. Otomatis bahan bakar lebih banyak terpakai, dan waktu perjalanan bertambah sekitar 10 menit,” ujar Rian, salah seorang warga Kota Piring, Rabu (12/3).
Ia mengakui bahwa penutupan simpang memang membuat arus lalu lintas lebih lancar, tetapi ia tetap berharap agar persimpangan itu dibuka kembali.
”Memang ada dampak positifnya, tidak ada kemacetan di simpang ini. Tapi di u-turn Jalan WR Supratman malah sering macet. Kalau disuruh memilih, saya lebih suka simpang ini dibuka,” tegasnya.
Sementara itu, warga lainnya, Lia, menilai kebijakan ini menyulitkan para orang tua yang harus mengantar anak mereka ke sekolah melalui Batu 6. ”Karena harus memutar jauh, perjalanan bisa bertambah sekitar lima menit. Apalagi saat pagi, u-turn di Jalan WR Supratman cukup ramai dan sering macet,” keluhnya.
Penjelasan Dishub TanjungpinangMenanggapi pro dan kontra yang muncul, Kabid Lalu Lintas Jalan Dishub Kota Tanjungpinang, Savran, menjelaskan bahwa penutupan Simpang Kota Piring dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihaknya.
Menurutnya, kebijakan ini dinilai positif oleh sebagian pengendara karena dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi pada pagi dan siang hari.
”Setiap kebijakan pasti ada yang pro dan kontra. Namun, kami sudah menyiapkan solusi. Untuk durasi penutupan ini, akan kami evaluasi berdasarkan perkembangannya,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI