Buka konten ini
SEMARANG (BP) – Sorotan tajam akibat ulah memalukan anggota kepolisian tak hanya diarahkan ke Nusa Tenggara Barat. Tapi juga ke Jawa Tengah, lokasi kasus dugaan pembunuhan anak kandung oleh anggota polda setempat telah naik ke penyidikan.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Artanto mengungkapkan, Ditreskrimum Polda Jateng telah melakukan gelar perkara untuk mengusut dan membuktikan pelaporan atas dugaan pembunuhan oleh terlapor, Brigadir AK. Dia tercatat sebagai anggota Direktorat Intelijen Keamanan Polda Jateng.
“Dalam gelar perkara itu, penyidik mendapati bukti yang cukup untuk menaikkan kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang (grup Batam Pos) Rabu (12/3).
Pelapor kasus ini adalah DPJ, ibu korban, bayi laki-laki berusia 2 bulan bernama NA. DPJ dan AK yang tidak terikat pernikahan menjalin asmara hingga membuahkan NA.
Naiknya status ke penyidikan ini, lanjut Artanto, tentu juga didasari alat bukti. Salah satunya ekshumasi atau pembongkaran makam NA di Purbalingga, Jawa Tengah, dan langsung dilakukan autopsi di tempat.
Tapi, Artanto menegaskan, belum ada tersangka. Status Brigadir AK juga masih terlapor. Sejauh ini sudah empat saksi dimintai keterangan. Mereka adalah DJP, ibunda AK, dan pihak rumah sakit.
Terkait pelaksanaan sidang kode etik, Kabidhumas menjelaskan nantinya dilaksanakan Bidpropam Polda Jateng. Sekarang Brigadir AK juga telah dipindahkan ke penempatan khusus di Polda Jateng selama 30 hari ke depan.
Sempat Berdalih
NA diduga dibunuh di dalam mobil. Sang ibu awalnya juga sempat melihat bibir bayi dalam kondisi membiru. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Roemani, Kota Semarang. Namun, nyawanya tidak terselamatkan. Alif Abdurrahman, kuasa hukum DPJ, membeberkan, peristiwa itu berawal ketika DPJ, Brigadir AK, dan bayi NA satu mobil berjalan-jalan pada Minggu (2/3). Mereka kemudian mampir ke Pasar Peterongan, Kota Semarang, karena DJP hendak berbelanja.
“Nah, 10 menit kemudian si ibu balik lagi ke mobil dan awalnya enggak curiga. Tapi, kemudian menemukan bibir si anak membiru,” lanjutnya.
DPJ mulai panik. “Menurut pengakuan Brigadir AK, si bayi sempat gumoh atau sempat kesedak, lalu ditepok-tepoklah punggungnya, terus dielus-elus dahinya. Nah, terus katanya langsung tidur, tapi si ibu curiga,” kata Alif. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO