Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Serapan lahan kawasan industri sepanjang tahun lalu menunjukkan performa tertinggi sejak pandemi. Gelombang masuknya ekspansi dan relokasi industri menjadi pemicu positif untuk kinerja kawasan industri.
”Tidak dapat dipungkiri, gelombang masuknya manufaktur dari wilayah regional Asia, seperti Tiongkok, Vietnam, dan Korea Selatan memberikan dampak positif terhadap performa kawasan industri pada tahun lalu,” ujar Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip di Jakarta akhir pekan lalu (8/3).
Menurut dia, perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat-Tiongkok telah membawa relokasi pabrik ke sejumlah wilayah di RI. Salah satunya adalah Jawa Tengah. ”Di tengah kondisi tersebut, saat ini pemerintah dan industrialist perlu menangkap peluang sebagai golden opportunity, hal ini mengingat sektor manufaktur akan menjadi katalis dalam menjaga performa sektor indus-tri di greater Jakarta dan nasional,” urainya.
Sektor industri dan logistik menjadi salah satu subsektor properti yang memiliki risiko minim dan potensi tumbuh yang tinggi. Sehingga, menjadi pilihan investor di berbagai kota di Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara.
Saat ini, di greater Jakarta dan Subang, menjadi submarket paling potensial dengan sektor auto related sebagai prime mover. Terutama yang terkait dengan pengembangan produksi kendaraan listrik dan berbagai industri turunannya.
Sementara itu, sektor data center yang sejak 2021 terdeteksi aktif menyerap lahan industri di greater Jakarta pada akhir tahun lalu tidak lagi menjadi occupier utama. Total serapan lahan tidak setinggi dua tahun sebelumnya.
Performa subsektor industri terhitung mencatatkan yang terbaik sejak pandemi melanda, sehingga tidak mengherankan jika beberapa kawasan industri di Jabodetabek berencana membuka tambahan pasokan lahan. Hal itu untuk memenuhi permintaan para industrialist.
”Termasuk di wilayah Subang yang juga memiliki rencana yang sama,” urai Willson.
Untuk harga lahan, lanjut dia, masih stabil. Bahkan, cenderung meningkat terutama di beberapa kawasan yang memiliki daya kompetisi yang relatif lebih tinggi. Seperti di koridor timur Jakarta. ”Tahun 2024 menjadi performa terbaik dalam lima tahun terakhir, melalui catatan permintaan lahan berkisar 312 hektare. Auto related menjadi occupier yang paling aktif di akhir 2024,” ucap Willson.
Pada kesempatan berbeda, Ketua HKI (Himpunan Kawasan Industri) Sanny Iskandar menuturkan bahwa kesempatan bisnis berkembang berjalan seiring meningkatnya aktivitas investasi dan dukungan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO