Buka konten ini
Anambas (BP) – Harga mi-nyak goreng di Anambas me-ngalami kenaikan di pekan kedua bulan Ramadan 1446 Hijriah, Minggu (9/3). Minyak goreng minyakita kemasan 1 liter sebelumnya Rp17 ribu, kini naik jadi Rp21 ribu.
Naiknya harga ini terungkap ketika Bupati Anambas, Aneng melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Inpres Tarempa. Aneng mengatakan untuk naiknya harga minyak goreng dikarenakan pedagang tidak membeli ke distributor resmi secara langsung melainkan ke pihak ketiga.
”Ini terjadi di beberapa titik saja. Pedagang ini membeli bukan di distributor, tapi sudah banyak tangan sehingga me-ngalami kenaikkan harga,” ujar Aneng.
Menurutnya naiknya harga minyak goreng tidak akan berlangsung lama karena kapal pengangkut sembako dari Bintan dan Batam telah bersandar di Pelabuhan Tarempa.
”Mudah-mudahan dalam waktu satu minggu ke depan jelang lebaran stok sembako sudah aman lah,” kata Aneng.
Tidak hanya minyak goreng yang harganya naik, kacang panjang pun mengalami hal serupa. Hal ini terjadi karena faktor dua bulan lalu cuaca buruk yang menyebabkan petani lokal gagal panen.
Biasanya kacang panjang dibanderol Rp15 ribu per kg kini naik menjadi Rp30 ribu per kg.
Aneng juga menegaskan keinginannya untuk menyelaraskan harga bahan pokok di Anambas bisa sama dengan Bintan dan Batam. Untuk itu ia telah menyiapkan strategi agar lebih terjangkau.
”Saya liat di sini harga mahal karena barangnya terbatas. Ke depan saya mau stok bahan pokok cukup, jadi harga bisa normal dari Batam. Ya kalau pun ada perbedaan, tidak terlalu jauh,” ujar Aneng.
Menurut dia yang membuat harga sedikit berbeda dari Batam atau Bintan karena ada biaya tambahan ongkos kirim.
”Ongkos kirim saya rasa tidak terlalu mahal. Semestinya bukan jadi penyebab harga bahan pokok mahal,” pungkas Aneng. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI