Buka konten ini
Menjelang Lebaran, harga sejumlah bahan pokok di Batam mengalami kenaikan signifikan. Daging sapi, cabai, dan bawang merah menjadi komoditas yang harganya terus merangkak naik, membebani masyarakat yang tengah bersiap menyambut hari raya.
Riko, pedagang daging sapi beku di Pasar Sungai Harapan, Sekupang, mengungkapkan bahwa harga daging sapi kini naik dari Rp90 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram. Ia menduga kenaikan harga ini terjadi karena biaya modal dari perusahaan penyalur juga meningkat.
”Kenaikan ini cukup berdampak. Pembeli jadi mengurangi jumlah belanjaan atau bahkan beralih ke pilihan lain seperti ayam atau ikan,” katanya, Ming-gu (9/3). Menurut Riko, kenaikan harga santan yang juga terjadi saat ini turut memenga-ruhi penjualan daging sapi.
”Banyak masakan Lebaran yang menggunakan kombinasi daging dan santan, seper-ti rendang atau gulai. Kalau keduanya mahal, orang jadi enggan beli,” ujarnya.
Selain daging, harga cabai juga mengalami lonjakan signifikan. Winda, pedagang di Pasar Sungai Harapan, mengatakan harga cabai merah Mataram kini mencapai Rp70 ribu per kilogram (kg), sedang-kan cabai merah Aceh Rp60 ribu per kg.
”Cabai setan juga masih mahal. Walaupun turun sedikit dari Rp98 ribu, sekarang masih di atas Rp90 ribu per kilogram,” kata Winda. Ia mengaku penjualannya sedikit menurun karena pembeli mulai lebih selektif dalam membeli cabai.
”Orang sekarang beli secukupnya saja buat berbuka dan sahur. Masaknya sedikit-sedikit supaya tidak boros,” katanya.
Selain daging dan cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Winda menyebut harga bawang merah yang sebelumnya Rp28 ribu kini naik menjadi Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kg.
”Kenaikan ini karena stok dari daerah penghasil berkurang, sementara permintaan mening-kat menjelang Lebaran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bawang merah merupakan salah satu bahan pokok yang selalu dibutuhkan.
Meski harganya naik, masyarakat tetap membelinya meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit.
”Kalau bawang tetap dibeli, tapi tidak sebanyak biasanya. Orang sekarang beli lebih irit,” katanya.
Indrawati, seorang pembeli yang juga pedagang makanan, berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk me-ngendalikan harga bahan pokok.
”Kami penjual kecil jadi terkena dampaknya. Modal bertam-bah, tapi kami tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual, nanti pelanggan kabur,” kata-nya.
Pedagang dan konsumen berharap ada upaya dari pemerin-tah untuk menstabilkan harga, terutama menjelang perayaan Lebaran yang semakin dekat.
Batam Pos mencoba mena-nyakan kenaikan harga bahan pangan ini kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis. Namun, hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada yang bersangkutan belum kunjung dijawab.
Begitu juga saat menghubu-ngi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau. Pertanyaan Batam Pos juga belum direspons. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK