Buka konten ini
Wide attacker kanan Paris Saint-Germain (PSG) Ousmane Dembele dan Mohamed Salah (Liverpool FC/LFC) menujukkan bahwa pemain bukan striker bisa menjadi pencetak gol terbanyak liga elite Eropa. Dembele dengan 18 gol memuncaki top scorer di Ligue 1, begitu pula Salah dengan 25 gol di Premier League.
Di Liga Champions, Dembele dan Salah juga produktif. Dembele mengoleksi 6 gol dan Salah mendulang 3 gol. Dini hari nanti (6/3), dalam first leg 16 besar di Parc des Princes, jadi panggung siapa wide attacker kanan produktif terbaik antara mereka (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 03.00 WIB).
“Kami tahu ini bakal jadi laga yang berat. Ini laga Liga Champions. Liverpool bisa lolos pertama, jadi mereka tentu lebih percaya diri. Ini akan jadi pertunjukan yang hebat di Parc des Princes,” kata Dembele kepada DAZN.
Dembele punya modal kuat untuk meneror gawang Alisson Becker dini hari nanti. Mantan pemain FC Barcelona dan Borussia Dortmund itu selalu mencetak gol dalam tiga laga terakhir PSG. Termasuk satu gol dan satu umpan gol kontra Lille OSC akhir pekan lalu (2/3).
Dembele mengakui, skema permainan PSG yang diusung Luis Enrique mendukungnya dalam mencetak banyak gol. Belakangan, Dembele banyak dimainkan sebagai false nine. “Kami sedang dinamis, kami bakal menjaganya selama mungkin. Kami sedang meledak,” sebut pemain nomor 10 di PSG tersebut.
Kapten sekaligus bek tengah LFC Virgil van Dijk mewanti-wanti rekan seklubnya agar lebih mewaspadai Dembouz, julukan Dembele. Kepada Liverpool Echo, Van Dijk memperkirakan serangan PSG akan lebih gencar bersama Dembele. ”Kami akan menghadapi klub yang sangat hebat. Tim yang saat ini dalam form terbaik. Begitu pula dengan Dembele,” tutur Van Dijk.
Performa moncer Dembele sekaligus penegasan bahwa Les Parisiens, julukan PSG, tidak membutuhkan Salah sebagai rekrutan baru pada musim panas nanti. Salah disebut masuk bidikan PSG seiring bintang timnas Mesir itu tak kunjung mendapatkan tawaran kontrak baru dari LFC.
Sementara Telefoot mengklaim, Salah telah memutuskan bertahan bersama The Reds, julukan LFC. Meski, belum ada kepastian ekstensi kontrak.
Temui Pep, Cari Kelemahan LFC
Luis Enrique dan Pep Guardiola disatukan sebagai sama-sama mantan pemain dan pelatih FC Barcelona. Meski saling berhadapan dalam fase league Liga Champions musim ini (23/1), Lucho –sapaan akrab Luis Enrique – yang menangani Paris Saint-Germain (PSG) dan Pep (Manchester City) saling memuji.
Jelang menghadapi Liverpool FC (LFC) dalam first leg babak 16 besar dini hari nanti (6/3), Lucho diketahui mengagendakan pertemuan khusus dengan Pep. Bukan sekadar pertemuan antara dua teman lama, Lucho disebut The Mirror mengali informasi dari Pep tentang kelemahan LFC.
Memang, City asuhan Pep takluk 0-2 oleh LFC di Premier League pada 23 Februari lalu. “Tapi, Lucho meyakini Pep punya banyak pengalaman karena pernah beberapa kali mengalahkan LFC,” tulis The Mirror. Pep total telah menghadapi LFC 24 kali dengan 7 kali menang, 7 kali seri, dan 10 kali kalah. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO