Buka konten ini

BATAM POS (BP) – Properti sudah sejak lama menjadi salah satu instrumen investasi yang paling menjanjikan apabila dibandingkan dengan jenis investasi lainnya seperti emas dan deposito. Karena investasi properti dianggap lebih menguntungkan dan minim resiko.
Nah, untuk Anda yang ingin memulai berinvestasi properti, berikut ini adalah beberapa istilah investasi properti yang perlu Anda ketahui seperti dikutip dari agungsedayu.com:
1. Sunrise Area
Apakah Anda familiar dengan istilah kawasan sunrise area? Kawasan sunrise area adalah kawasan yang berkembang atau yang memiliki potensi pengembangan jangka panjang yang pesat yang berdampak kepada naiknya harga tanah dan hunian di kawasan tersebut menjadi lebih tinggi. Hal ini biasanya bisa dipelajari dengan memperhatikan value kawasan, yang bisa terlihat dari apa saja fasilitas, lokasi, siapa developer nya, infrastruktur, populasi penduduk, prediksi kawasan dalam beberapa tahun ke depan, dan lain-lain. Ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam pembelian properti seperti rumah, tempat usaha, maupun apartemen.
2. Sunset Area
Bertolak belakang dengan sunrise area, sunset area merupakan area atau kawasan yang diprediksi tidak memiliki potensi yang baik untuk investasi properti. Hal tersebut ditandai dengan tidak banyaknya jumlah penduduk, lokasi yang kurang strategis, fasilitas kawasan yang minim, pengelolaan lingkungan yang kurang baik, harga tanah yang tidak berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dan lain-lain.
3. NUP (Nomor Urut Pemesanan)
Istilah ini lumrah ditemui saat Anda hendak membeli rumah, apartemen atau produk properti lainnya. Sebelum produk properti di-launching, calon pembeli mempunyai kesempatan untuk memilih unit berdasarkan nomor urut pemesanan (NUP) yang diberikan. Namun ada developer yang menerapkan sistem seperti ini saat launching produk properti baru, ada pula yang tidak.
4. Booming Properti
Istilah investasi properti yang satu ini perlu Anda ketahui, terutama jika sedang memilih dan membandingkan antara suatu produk properti dengan yang lain nya. Booming properti adalah suatu keadaan dimana terdapat produk properti tertentu yang mengalami lonjakan permintaan. Booming properti juga turut mempengaruhi kenaikan harga suatu jenis properti yang sedang banyak diincar. Namun, sebelum tergiur dengan produk properti yang sedang booming, ada baiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu mengenai konsep, lokasi, dan lain-lain dari produk properti yang ditawarkan. Pelajari dengan baik mengenai relevansi profil produk dengan investasi jangka panjang.
5. Return On Investment (ROI)
Return On Investment (ROI) dalam properti adalah sebuah tolak ukur dari seberapa banyaknya uang, atau keuntungan, yang dihasilkan atas investasi terhadap persentase biaya investasi itu sendiri. Hal ini dapat menunjukkan seberapa efektif dan efisien modal investasi yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan. Penting bagi investor properti memahami ROI dengan baik, guna memaksimalkan investasi yang dilakukan, serta mencegah investasi yang tidak potensial.
6. Capital Gain
Dalam investasi properti, setiap investor mengharapkan adanya pertumbuhan capital gain yang tinggi dan cepat. Biasanya, jika properti berada di lokasi strategis dan kawasan potensial, capital gain bisa meningkat 5% hingga 10% per tahun. Capital gain sendiri adalah akumulasi pertumbuhan nilai investasi atau keuntungan yang didapatkan oleh investor dari nilai awal properti yang dibeli. Perbandingan dari harga beli dan harga jual inilah yang kemudian harus diperhitungkan.
7. Yield
Kalau capital gain berbicara mengenai keuntungan dari harga jual properti, yield adalah keuntungan yang diperoleh dari harga sewa properti. Yield merupakan keuntungan yang dihitung dari nilai sewa properti per tahun dibandingkan dengan harga properti. Kisaran yield per tahun berbeda dari masing-masing tipe properti.
8. Hand Over
Inilah momen yang dinanti-nanti setelah membeli properti. Hand over adalah sebuah istilah untuk serah terima kunci, merupakan moment dimana penyerahan kunci produk properti, baik rumah, apartemen ataupun tempat usaha dari developer kepada customer.
9. Okupansi
Istilah investasi properti yang satu ini penting dipahami bagi Anda yang ingin memperoleh keuntungan dari penyewaan produk properti seperti apartemen, hotel, perkantoran ataupun ruko. Okupansi dalam dunia properti merupakan tingkat penyewaan unit pada sebuah apartemen, hotel, perkantoran ataupun ruko. Semakin tinggi okupansi, semakin banyak keuntungan yang investor dapatkan.
10. Property Crash
Istilah terakhir dalam investasi properti yang satu ini patut sekali Anda pahami. Property crash, yaitu situasi dimana harga properti naik atau turun cepat beriringan dengan situasi perekonomian dan lain-lain. Dengan memahami property crash, Anda dapat membuat perhitungan akurat mengenai kapan waktu yang tepat untuk menjual atau membeli properti untuk investasi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI