Buka konten ini

LINGGA (BP) – Setelah sekian lama dilanda kemarau, langit Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, akhirnya diguyur hujan deras. Butiran air yang turun sejak malam hingga siang hari membasahi tanah yang selama ini kering dan gersang.
Hal ini dimanfaatkan oleh warga untuk menampung air hujan yang digunakan untuk kebutuhan mandi maupun mencuci. Doni, warga Dabo Singkep, mengaku bersyukur atas turunnya hujan. Ia memanfaatkan momen tersebut dengan menyiapkan sejumlah wadah besar untuk menampung air hujan.
“Alhamdulillah akhirnya hujan turun. Saya langsung menampung air hujan menggunakan wadah yang ada. Apalagi sekarang sudah masuk bulan Ramadan.Setidaknya air ini bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Doni, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan air minum dan memasak diambil dari perigi umum. Namun, untuk mandi dan mencuci biasanya menggunakan air sumur pribadi.
Karena kemarau berkepanjangan, sumur miliknya pun ikut mengering.
“Air hujan ini saya gunakan untuk mencuci dan kebutuhan lainnya. Kalau untuk masak tetap ambil di perigi umum, karena tidak bisa ambil banyak, harus berbagi dengan warga lain,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Madi, petani sayuran di Dabo Singkep. Ia berharap hujan yang turun menjadi pertanda berakhirnya musim kemarau.
“Saya sangat berharap kemarau segera selesai. Kalau terus berlanjut, banyak tanaman yang kering dan mati. Selama ini saya mengandalkan curah hujan untuk membantu kebutuhan air tanaman,” katanya.
Ia juga berharap dapat segera kembali menanam agar bisa panen menjelang Idulfitri.
“Seharusnya sekarang sudah mulai tanam sayuran baru supaya bisa panen saat Lebaran,” ungkapnya.
Warga berharap hujan yang turun menjadi awal peralihan musim, sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan yang belakangan kerap terjadi. (***)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY