Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam memastikan penguatan armada untuk menyambut Angkutan Lebaran 2026 dengan mendatangkan KM Dorolonda guna mendampingi operasional rutin KM Kelud. Penambahan kapal tersebut disiapkan khusus untuk mengantisipasi ledakan jumlah penumpang pada rute-rute gemuk dari dan menuju Batam selama periode arus mudik dan balik.
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan evaluasi tingginya mobilitas penumpang pada momen hari besar keagamaan tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran KM Dorolonda diharapkan mampu memecah kepadatan yang selama ini bertumpu pada satu kapal.
“Selain KM Kelud, pada masa Angkutan Lebaran 2026 direncanakan ada tambahan KM Dorolonda yang akan membantu layanan di Batam,” ujar Edwin, Jumat (13/2).
Berdasarkan spesifikasi teknis, kedua kapal tersebut memiliki kapasitas angkut yang mumpuni. KM Kelud memiliki kapasitas normal sebanyak 2.607 penumpang, namun dalam kondisi puncak dapat menampung hingga 3.457 orang melalui skema kapasitas dispensasi (SKKP). Sementara itu, KM Dorolonda menyusul dengan kapasitas normal sekitar 2.000-an penumpang dan daya tampung dispensasi mendekati 3.000 orang.
Tak hanya soal kapasitas, kabar gembira juga datang bagi kantong para pemudik. Secara nasional, pemerintah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp42,3 miliar untuk subsidi diskon tarif angkutan laut. Artinya, penumpang bisa menikmati potongan harga sebesar 30 persen dari tarif dasar kelas ekonomi.
“Program diskon ini berlaku untuk seluruh ruas kapal penumpang Pelni dengan periode keberangkatan mulai 11 Maret hingga 5 April,” tambah Edwin. Kebijakan ini merupakan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kelancaran transportasi laut di berbagai wilayah.
Urgetsi penambahan armada ini bukan tanpa alasan. Data Pelni mencatat, rute Batam–Belawan (Sumatera Utara) masih menyandang predikat lintasan terpadat. Pada periode Lebaran 2025 saja, jumlah penumpang di rute ini mencapai 25.692 orang. Disusul rute sebaliknya, Medan–Batam, dengan torehan 21.592 penumpang.
Dengan bergabungnya KM Dorolonda dalam barisan armada Lebaran 2026, Pelni Batam optimistis kapasitas angkut akan jauh lebih optimal. Kelancaran arus mudik di pelabuhan kini tak lagi sekadar soal jadwal, tapi juga tentang kepastian ketersediaan tiket bagi ribuan warga yang rindu pulang ke kampung halaman. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO