Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Kondisi ruas Jalan S Parman yang menghubungkan Panbil menuju Piayu kian memprihatinkan dan terus menuai keluhan dari masyarakat yang melintas setiap harinya. Selain permukaan aspal yang berlubang dan bergelombang, minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) membuat jalur utama para pekerja industri ini menjadi ancaman nyata, terutama saat malam hari.
Sebagai akses vital bagi ribuan pekerja yang tinggal di wilayah Sei Beduk dan mencari nafkah di Kawasan Industri Batamindo atau Muka Kuning, kepadatan di jalur ini tidak terelakkan. Sayangnya, mobilitas tinggi tersebut tidak dibarengi dengan fasilitas jalan yang memadai. Jalur yang sempit dan gelap seringkali memaksa pengendara ekstra waspada agar tidak terjatuh.
”Kalau pulang malam, lampu jalan banyak yang mati. Rasanya was-was, apalagi bagi kami perempuan,” keluh Aulia, warga Pancur, saat ditemui Batam Pos pada Jumat (13/2) pagi.
Senada dengan Aulia, Mas’ud, warga lainnya, menyebut kerusakan jalan tersebut seolah dibiarkan menahun tanpa ada solusi permanen. Selama ini, perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sporadis melalui metode tambal sulam yang tidak bertahan lama. Saat hujan mengguyur, lubang-lubang jalan tertutup genangan air dan berubah menjadi
”jebakan betmen” bagi pengendara roda dua.
”Bayangkan, saking lamanya tidak diperbaiki secara menyeluruh, kami sampai hafal posisi lubang dan gelombangnya,” cetus Mas’ud.
Janji Peningkatan Tahun Ini
Merespons keluhan tersebut, Camat Sei Beduk, Rifandi Malik, memberikan angin segar. Ia mengungkapkan bahwa Jalan S Parman memang telah masuk dalam daftar peningkatan jalan oleh Dinas Bina Marga pada tahun anggaran ini. Meski demikian, kepastian jadwal pengerjaan fisik masih menjadi tanda tanya.
”Iya, ada peningkatan tahun ini. Namun untuk detail teknis dan waktunya, kami masih menunggu informasi dari dinas. Perkiraan saya mungkin setelah bulan puasa,” ujar Rifandi.
Mengenai keluhan PJU yang padam, Rifandi mengaku pihak kecamatan sudah melayangkan laporan untuk segera ditindaklanjuti melalui koordinasi rutin. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah konstruksi jalan, sementara untuk lampu jalan baru sebatas pemeliharaan.
Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Merta Dinata, yang baru menjabat sepekan terakhir, mengonfirmasi rencana perbaikan tersebut. Melalui pesan singkat WhatsApp, ia memastikan bahwa penanganan jalan rusak di ruas Panbil–Piayu akan dieksekusi tahun ini.
”Untuk jalan rusak, penanganan tahun ini, Pak,” tulisnya singkat, Jumat (13/2) siang.
Meski sudah ada pernyataan resmi dari dinas terkait, warga berharap realisasi di lapangan tidak sekadar janji manis. Mengingat status jalur tersebut sebagai urat nadi ekonomi Batam, perbaikan menyeluruh dan penerangan yang layak menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO