Buka konten ini
MELBOURNE (BP) – Petenis muda Amerika Serikat (AS) yang naik daun, Iva Jovic, menyebut satu nama ketika ditanya siapa lawan yang paling ingin dihadapi pada 2026. ”Aku akan bilang Sabalenka. (Karena dia petenis) nomor 1 dunia,” ucap Jovic kepada Christian’s Court.
Keinginan tersebut terwujud di grand slam Australian Open (AO). Jovic akan menghadapi Sabalenka dalam perempat final di Melbourne Park pagi ini (27/1). Jovic yang genap 18 tahun pada 6 Desember tahun lalu itu mendapat kesempatan tersebut setelah melalui empat laga tanpa kehilangan satu set pun.
”Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa. Menyenangkan melihat seperti apa rasanya berada di seberang net melawan pemain seperti dia,” ucap Jovic setelah menjadi petenis putri termuda AS yang lolos perempat final AO sejak Venus Williams pada 1998 seperti dilansir AFP.
Belum Kehilangan Set
Namun, menghadapi Sabalenka jelas tidak akan mudah. Petenis Belarus itu bukan hanya menduduki peringkat 1 dunia selama 66 pekan. Sabalenka juga belum kehilangan satu set pun pada tahun ini. Termasuk lima kemenangan yang berbuah gelar Brisbane International dua pekan lalu.
Meski begitu, Jovic justru menolak label underdog. Dia menilai keberhasilannya melaju ke perempat final bukan kejutan. “Aku tidak merasa ada mentalitas underdog atau semacamnya karena aku tidak menganggap diriku sedang bermain di luar zona nyaman atau di atas standarku,” beber Jovic dikutip dari Punto de Break.
Jovic mengacu pada performanya dalam dua turnamen pemanasan sebelum AO. Masing-masin mencapai semifinal ASB Classic di Auckland dan melaju hingga final Hobart International. ”Level permainan yang aku tunjukkan sekarang tidak berbeda jauh dari dua turnamen tersebut. Aku telah mengalami banyak kemajuan selama pramusim. Aku berharap bisa mempertahankan level ini setiap hari,” tuturnya.
Banyak Improve
Lawan Sabalenka bisa jadi tolak ukur bagi Jovic yang tahun lalu kalah 0-6, 3-6 dari Elena Rybakina (Kazakhstan) di babak kedua AO. Jovic merasa dirinya banyak improve dibandingkan momen tersebut. ”Aku telah berkembang dan berevolusi sebagai pemain maupun secara pribadi sejak saat itu. Hari itu, aku memang sedikit terpukul. Kini, kondisiku sangat-sangat baik,” kata Jovic. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO