Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan di Kecamatan Bulang dengan memprioritaskan penguatan pendidikan, pembangunan infrastruktur penghubung antarpulau, serta perluasan layanan listrik di wilayah hinterland. Komitmen tersebut disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Bulang Tahun 2026 di Kelong Seafood Mangrove Restaurant, Senin (26/1).
Dalam kegiatan itu, Amsakar hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.
Amsakar mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Bulang dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis untuk menyepakati kebutuhan prioritas warga agar pembangunan berjalan tepat sasaran.
“Musrenbang adalah ruang bersama untuk memastikan program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Penguatan sumber daya manusia (SDM), kata Amsakar, menjadi fondasi utama pembangunan kawasan hinterland. Ia mendorong para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anak-anak hingga ke jenjang pendidikan tertinggi.
“Untuk menang dalam kehidupan, kuncinya adalah pendidikan. Karena itu, APBD Batam kami arahkan secara serius ke sektor pendidikan. Saya tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton di daerah sendiri karena kalah bersaing,” katanya.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemko Batam telah menjalankan sejumlah program pendidikan, di antaranya pemberian seragam sekolah gratis serta bantuan biaya kuliah ke perguruan tinggi negeri bagi siswa berprestasi, keluarga kurang mampu, dan anak-anak dari wilayah hinterland.
Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo, Amsakar juga mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi di kawasan Rempang dengan konsep asrama. Sekolah ini dirancang untuk mencetak generasi unggul yang dapat menempuh pendidikan secara optimal tanpa dibebani biaya.
Di sektor infrastruktur, Amsakar merespons aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan jembatan penghubung antarpulau. Ia meminta Dinas Bina Marga melakukan kajian kelayakan secara komprehensif agar proyek tersebut benar-benar memberikan dampak ekonomi dan sosial tanpa mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.
“Semua harus dikaji secara matang. Jangan sampai pembangunan justru mengganggu jalur pelayaran atau mata pencaharian nelayan dan penambang pancung. Jika hasil kajiannya baik dan mampu menggerakkan ekonomi wilayah, tentu kita dukung,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pesisir, Pemko Batam juga terus memperluas pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau secara bertahap. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan di Kecamatan Bulang.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar turut memaparkan capaian kinerja Pemko Batam selama sebelas bulan terakhir. Sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga realisasi investasi tahun 2024 yang mencapai 115,5 persen dari target.
“Fokus kami adalah menyelesaikan persoalan dasar seperti air bersih, banjir, dan sampah. Jika kebutuhan mendasar ini tertangani dengan baik, kualitas hidup masyarakat akan meningkat dan Batam bisa tumbuh lebih maju,” pungkasnya. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO