Kemacetan parah dan risiko kecelakaan masih menghantui Jalan Tengku Sulung, Batam Kota. Padahal, Pemerintah Kota Batam sebelumnya menjanjikan pelebaran jalan tersebut mulai awal 2026. Hingga kini, warga belum melihat tanda-tanda pekerjaan dimulai.
Padahal, ruas jalan dari Simpang Cikitsu hingga SMA Negeri 3 Batam itu kian dikeluhkan karena sempit, padat, dan rawan kecelakaan. Jalan Tengku Sulung merupakan salah satu akses penting di Batam Kota yang hampir setiap hari mengalami kemacetan parah, terutama pada jam sibuk pagi dan siang.
Kepadatan lalu lintas meningkat signifikan seiring aktivitas antar-jemput pelajar. Kawasan ini menjadi jalur menuju sejumlah sekolah, seperti SDN 006, SDN 009, SMP Negeri 28, SMA Negeri 3, SMA Negeri 26, serta beberapa sekolah swasta, di antaranya Al-Muhajirin dan Sultan Agung. Arus kendaraan orang tua murid dan angkutan umum kerap berdesakan di badan jalan yang terbatas.
Warga menyebut, kemacetan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Bahkan, beberapa insiden kecelakaan dilaporkan melibatkan pelajar.
Ketua Tengku Sulung Squad,
Rahman Yasir, mengatakan janji pelebaran jalan tersebut disampaikan langsung oleh Pemerintah Kota Batam dalam audiensi bersama warga pada 21 November 2025 lalu. Dalam pertemuan itu, pemerintah menyatakan pelebaran jalan akan dilakukan secara bertahap mulai awal 2026.
“Janji mereka, tahap awal akan dilebarkan sepanjang 1.000 meter atau satu kilometer. Total panjang Jalan Tengku Sulung sekitar 2,2 kilometer,” ujar Rahman kepada Batam Pos, Senin (26/1).
Ia menjelaskan, audiensi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam Dohar Hasibuan, Camat Batam Kota Dwiki Septiawan, serta perwakilan warga Tengku Sulung.
Menurut Rahman, pemerintah saat itu menyampaikan keterbatasan anggaran menjadi alasan pelebaran dilakukan secara bertahap, dengan prioritas dimulai dari kawasan sekitar SMA Negeri 3 Batam.
“Karena anggaran terbatas, katanya dikerjakan dulu seribu meter,” ucapnya.
Namun hingga kini, warga mengaku belum memperoleh kepastian jadwal pengerjaan secara jelas. Janji awal 2026 dinilai masih bersifat abstrak tanpa kejelasan waktu pelaksanaan.
“Awal 2026 itu kan ngambang. Bulan apa, tanggal berapa, tidak pernah dijelaskan. Sampai sekarang juga belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai,” katanya.
Rahman menegaskan, warga kembali mengingatkan pemerintah agar janji pelebaran jalan tersebut tidak kembali tertunda ataupun anggarannya dialihkan ke program lain.
“Kami hanya menagih janji. Jangan sampai anggarannya dialihkan atau dilupakan. Jalan ini sudah lama menjadi keluhan warga dan sangat rawan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Batam Pos masih berupaya meminta tanggapan dari Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Dohar Hasibuan. Namun yang bersangkutan belum memberikan respons meski telah dihubungi beberapa kali. (***)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO