Buka konten ini
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan rencana pembangunan 1.500 kapal tangkap ikan untuk nelayan akan dimulai secara bertahap mulai tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta mengatakan dari total 1.582 kapal yang akan dibangun, 1.000 di antaranya berkapasitas 30 gross ton (GT).
“30 GT ini rencananya akan dibagi di Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Nyoman ditemui di Jakarta, Senin (26/1).
Ia menambahkan tahapan pembangunan kapal dimulai tahun ini dengan beberapa unit yang sudah mulai direalisasikan, kemudian berlanjut secara bertahap pada tahun 2027 hingga 2028. Ia menyebut seluruh kapal dipastikan diproduksi di dalam negeri.
Ia menegaskan, KKP terus mempersiapkan kapal baru dengan berbagai program pelatihan agar mampu mengoperasikan kapal baru secara optimal.
Menurutnya, awak kapal tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah perikanan, tetapi juga dari masyarakat pesisir di Kampung Nelayan Merah Putih.
Rencana besar pembangunan kapal ini telah mendapat dukungan internasional.
Dalam kunjungan kenegaraan ke London, Selasa (20/1), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Pemerintah Inggris mendukung penuh rencana Indonesia membangun 1.500 kapal tangkap ikan melalui kerja sama maritim dua negara.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam pertemuan bilateral di Kantor PM Inggris, 10 Downing Street. “Mereka akan mendukung rencana kita membangun 1.500 kapal ikan, karena kita menginginkan besarnya investasi itu,” kata Presiden.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan proyek pembangunan kapal nelayan ini diperkirakan mampu menyerap 600 ribu tenaga kerja di Indonesia. Jumlah tersebut mencakup sekitar 30 ribu kapal awak, termasuk di antaranya 400 ribu tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI