Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Nikmati Proses Manis, Telan Proses Pahitnya

Handmade Crochet dan Souvenir Keychain

Jangan terlalu lama berpikir untuk mulai, cukup tanamkan di kepala: “Aku pasti bisa” dan “I’ve got nothing to lose.” Bagi Ika Annisa Putriani, 27 tahun, motto ini menjadi nyawa usahanya, Bikininkaa, yang bergerak di kerajinan rajut dan souvenir gantungan kunci handmade.

Berawal dari hobi menambah keterampilan kerajinan tangan saat bekerja di Pekanbaru pada 2022, Ika justru ketagihan hingga menjadikannya usaha. Pengaruh neneknya yang piawai merajut turut menumbuhkan minatnya sejak kecil.
“Awalnya bikin buat teman dan keluarga, kecil-kecilan saja, seperti tatakan gelas, pouch, dan cat beanie,” ungkapnya. Meski sudah banyak yang minta open PO, Ika menunda hingga 2025 saat ia memutuskan resign dari pekerjaannya dan fokus membangun usaha rajut.

Belajar dan Berkembang Otodidak
Sembari mengembangkan Bikininkaa, Ika aktif mengikuti pelatihan dari PLUT UMKM Batam, Dinas Koperasi & UMKM, dan Dinas Perdagangan untuk meningkatkan branding dan membuka peluang go nasional maupun ekspor. “Semua belajar otodidak dari YouTube, sempat berhenti sebentar di awal 2023, tapi lanjut lagi sampai ketagihan,” ceritanya.

Ika mulai berjualan April 2025 dengan sistem pesanan dari mulut ke mulut. Pada Juli 2025, ia berani membuka lapak di beberapa tempat di Batam dan menamai usahanya “Bikininkaa.” Nama itu terinspirasi dari kebiasaan teman dan keluarga yang sering berkata, “Ka, bikinin ini ka?”
Produk dan Sistem Penjualan
Untuk merajut, Ika menggunakan benang rajut, hakpen, jarum, pin penanda, dan pola rajut (pattern). Produk andalannya antara lain gantungan kunci amigurumi berbentuk kucing, gajah, capybara, kelinci, bebek, strawberry, bunga, salju, dan lain-lain. Selain itu, ia membuat item fungsional seperti tempat botol minum, lipstick holder, bandana, bookmark, tas, dompet kartu, dan buket bunga rajut.

Produk best seller-nya meliputi gantungan kunci bebek kecil, capybara, kucing, cherry, strawberry, tempat kaca, dan bookmark, dengan harga Rp15.000–350.000, baik ready stock maupun custom order (PO).
“Pesanan custom biasanya butuh 2–5 hari, tergantung detailnya. Kadang ada request unik, seperti topi yang bisa dibolak-balik, atau gajah yang belalainya pendek terinspirasi gajah Erin di Tessonillo,” jelasnya.
Kelas, Bazar, dan Media Sosial

Selain berjualan, Ika membuka kelas rajut di kafe dan K-Square. Ia kaget karena banyak peserta berasal dari SD dan SMP. Ia juga rutin mengikuti bazar, seperti Batam Sunday Market, HomePIMpa Garage Sale, dan event akhir tahun di K-Square. Beberapa produknya dititip jual di Jills Oat dekat Legenda Malaka, terutama dompet, bookmark, strap HP, dan tempat kaca.

Ika menyiapkan stok 85–150 pcs untuk lapak dan PO sesuai pesanan custom. Modal awal yang dikeluarkan sekitar Rp450.000–500.000, terutama untuk benang dan aksesoris. Selanjutnya, modal disesuaikan kebutuhan sekitar Rp250.000 per bulan. Omzet usahanya berkisar Rp1,7–2,5 juta per bulan, pernah mencapai Rp3,5 juta.

Saat ini, Bikininkaa aktif online di Instagram (@bikininkaa), WhatsApp Business, dan Shopee untuk pesanan dari luar Batam. Ika menikmati interaksi dengan sesama perajut dan crafter lain, berbagi pengalaman serta tips berjualan.

Ke depan, Ika berencana menggabungkan rajut dengan manik-manik dan clay resin, serta lebih rajin membuat konten di Instagram dan TikTok untuk branding. Ia berharap Bikininkaa dikenal luas, hingga go internasional, membuka outlet tetap, dan tetap konsisten pada kualitas.

“Semoga dari rajutan Bikininkaa, masyarakat makin aware dengan produk kerajinan tangan yang sustainable dan bisa menginspirasi orang baru mulai merajut,” tutup Ika antusias. (***)

Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : JAMIL QASIM