Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Lonjakan wisatawan mancanegara selama libur Natal dan Tahun Baru membawa berkah bagi sektor pariwisata Batam. Dalam sepekan terakhir, hotel-hotel mulai dipadati tamu, terutama wisatawan asal Singapura dan Malaysia yang memanfaatkan libur akhir tahun untuk berkunjung ke Batam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardi Winata, menyampaikan bahwa momen liburan akhir tahun kembali menjadi magnet kuat bagi wisatawan dari negara tetangga.
“Pengunjung kita membludak. Kami optimistis sampai akhir tahun nanti jumlahnya akan terus bertambah,” ujar Ardi saat dihubungi Jumat (26/12). Menurut Ardi, tradisi wisatawan Singapura dan Malaysia berlibur ke Batam saat public holiday Natal dan Tahun Baru terjadi hampir setiap tahun. Kedekatan jarak, kemudahan akses transportasi laut, serta banyaknya pilihan destinasi belanja dan kuliner menjadi daya tarik utama.
Meski begitu, Ardi menyatakan data pasti jumlah kunjungan selama periode Natal dan Tahun Baru belum dapat dipublikasikan. Angka resmi tetap akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
“Untuk angka detailnya belum, nanti dirilis oleh BPS,” ucapnya.
Secara kumulatif, kinerja pariwisata Batam tahun ini dinilai sangat positif. Sejak Januari hingga Oktober 2025, jumlah wisatawan yang datang telah mencapai sekitar 1,25 juta orang.
“Dari Januari sampai Oktober, target kita sudah tercapai,” jelas Ardi. Berdasarkan tren tahunan, akhir tahun hampir selalu menjadi periode dengan kunjungan tertinggi. Rata-rata Batam menerima sekitar 150 ribu wisatawan per bulan, sementara data November dan Desember masih menunggu rilis resmi BPS.
“November dan Desember ini belum masuk hitungan. Itu nanti dirilis oleh BPS,” katanya.
Meski belum final, Disbudpar Batam optimistis target 1,5 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025 dapat terlampaui, seiring peningkatan arus kunjungan pada libur Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, data sementara BPS menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 1.622.644 kunjungan. Jumlah ini naik 21,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 1.324.454 kunjungan.
Secara year-on-year (yoy), kunjungan wisman pada Oktober 2025 mencapai 175.902 kunjungan atau naik 27,47 persen dibanding Oktober 2024 yang berjumlah 137.999 kunjungan. Namun secara month-to-month (mtm), terjadi penurunan tipis 0,22 persen dibanding September 2025 yang mencatat 176.282 kunjungan.
Batam masih menjadi pintu utama masuknya wisman ke Kepri. Pada Oktober 2025, jumlah wisman yang masuk melalui Batam mencapai 139.443 orang atau 79,3 persen dari total kunjungan Kepri. Disusul Bintan sebanyak 22.633 kunjungan (12,9 persen), Karimun 8.541 kunjungan (4,9 persen), dan Tanjungpinang 5.285 kunjungan (3,0 persen).
Jika dibandingkan total kunjungan sepanjang 2024 yang mencapai 1.658.959 wisman, capaian Januari–Oktober 2025 sudah mendekati angka tersebut. Tren positif ini memberi peluang besar Kepri melampaui capaian tahun sebelumnya.
Sebagai pembanding, jumlah kunjungan wisman menempatkan Kepri di posisi tiga besar nasional setelah Bali dan DKI Jakarta. Seiring peningkatan kunjungan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada Oktober 2025 tercatat 47,96 persen, naik 0,36 poin dibanding September 2025.
Data BPS tersebut menunjukkan sektor pariwisata masih menjadi salah satu penopang utama pergerakan wisatawan mancanegara di Indonesia, sekaligus menegaskan kebangkitan Batam sebagai destinasi unggulan kawasan perbatasan. (*)
Reporter : AZIS MAULANA – M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO