Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Di tengah kondisi cuaca ekstrem, petani di Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, tetap mampu memanen padi sebanyak 5 ton dari lahan seluas setengah hektare, Rabu (17/12).
Panen tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat, mengingat cuaca yang tidak menentu kerap menjadi tantangan bagi sektor pertanian, khususnya di wilayah kepulauan.
Kepala Desa Pesisir Timur, Sabli, mengatakan, panen kali ini merupakan panen padi kedua yang dilakukan petani desa tersebut sepanjang tahun 2025. “Jenis padi yang ditanam adalah Inpari 32 dengan sistem pertanian sawah basah yang dialiri air,” ujarnya.
Menurut Sabli, meskipun hujan lebat dan cuaca ekstrem kerap melanda, para petani tetap berupaya maksimal dalam merawat tanaman padi hingga masa panen.
“Alhamdulillah, kami bisa panen padi kembali. Meski cuaca akhir-akhir ini tidak menentu, hal itu tidak menjadi hambatan untuk menjaga padi agar tetap bisa dipanen,” kata Sabli.
Keberhasilan panen ini, lanjutnya, merupakan hasil kerja keras petani yang secara rutin melakukan perawatan tanaman. Padi yang dipanen kemudian langsung diproses menjadi beras.
Sebagian hasil beras tersebut dijual kepada penampung, sementara sebagian lainnya dipasarkan secara mandiri oleh petani. “Saat ini kami masih melakukan uji kualitas terhadap beras hasil produksi petani desa,” jelasnya.
Apabila kualitas beras dinilai baik, beras tersebut akan dijual dengan harga berkisar belasan ribu rupiah per kilogram. Sabli berharap, hasil panen padi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan beras di Kabupaten Kepulauan Anambas, terutama untuk mengantisipasi potensi kekurangan stok akibat cuaca ekstrem di akhir tahun. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY