Buka konten ini

BATAM (BP) – Akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah Indonesia. Universitas Internasional Batam (UIB) hadir di Kepulauan Riau menjadi perguruan tinggi swasta yang berorientasi internasional dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM sesuai dengan SDG (sustainable development goals) No. 4 dan 10.
Dengan dikukuhkannya UIB sebagai universitas terakreditasi Unggul satu-satunya di Kepulauan Riau oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 1 Oktober 2025, melalui Surat Keputusan Nomor 2777/SK/BAN-PT/Ak/PT/X/2025, UIB terus berkomitmen untuk memperluas aksesibilitas kesempatan belajar bagi seluruh generasi muda Indonesia.
Akreditasi Unggul ini merupakan salah satu kado terindah UIB untuk ulang tahunnya yang ke-25, karena disamping meraih unggul secara universitas, terdapat lima program studi yang telah meraih akreditasi Unggul, yaitu Teknik Sipil, Manajemen, Ilmu Hukum, Magister Hukum, dan Magister Manajemen.
Pencapaian ini membuktikan konsistensi UIB dalam menjamin standar kualitas pendidikan yang diakui secara nasional. Pada Renstra 2027-2031 yang akan datang, UIB memiliki komitmen untuk mewujudkan cita-cita menjadi universitas dengan reputasi unggul. Seperti diantaranya, UIB terus menerus meningkatkan jumlah dosen berpendidikan S-3 (saat ini 42,48% menjadi 48% pada tahun 2026).
Jumlah guru besar menjadi tantangan besar bagi UIB meskipun pada tahun 2025 ini mendapatkan satu tambahan guru besar dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP).
Baru-baru ini, UIB mengukuhkan Guru Besar baru di bidang Rekayasa Teknologi Transportasi, yaitu Prof. Dr. Ir. Andri Irfan Rifai yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Kehadiran Prof. Dr. Ir. Andri Irfan Rifai menambah jumlah guru besar UIB dan semakin memperkuat kapasitas akademik UIB dalam menghasilkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Percepatan guru besar menjadi langkah yang strategis mengingat UIB telah memiliki 25 orang dosen Lektor Kepala. Pemberian aksesibiltas ditingkatkan untuk mahasiswa lokal dan internasional, secara global UIB melakukan ekspansi dan sosialisasi ke negara lain. Saat ini UIB sedang menjajagi peluang merekut calon mahasiswa internasional dari Timor Leste, Sudan dan Tunisia. Pada tahun 2025, terdapat 15 orang mahasiswa asing penuh waktu dari dari Thailand, Filipina, Singapura, dan Ghana yang masing-masing belajar pada Program Sarjana Manajemen, Akuntansi, Pariwisata, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Ilmu Hukum, dan Pendikan Bahasa Inggris. Selain mahasiswa asing penuh waktu, saat ini terdapat 121 orang mahasiswa asing paruh waktu yang belajar di UIB baik secara online (58 mahasiswa) maupun offline (63 mahasiswa).
Mahasiswa paruh waktu yang belajar secara offline di UIB berasal dari Filipina, Thailand, Malaysia, Taiwan, Perancis. Mahasiswa asing paruh waktu mengikuti kegiatan Internship, Cultural Exchange, Joint Workshops, Joint Community Service, Students Colloquium, dan Collaborative Learning. Mahasiswa UIB secara terus menerus didorong untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui berbagai kegiatan pertukaran mahasiswa ke I-Shou University-Taiwan, National University of Kaohsiung-Taiwan, dan Universiti Sains Malaysia, Program 3+2 ke Ming Chi University of Technology-Taiwan, dan magang kerja di Taiwan dan Hongkong.
Pemberian bantuan beasiswa penuh (Global Youth Scholarship, Beasiswa Cemerlang dan Insan Mandiri) diberikan untuk mahasiswa asing dan lokal guna peningkatan aksesibilitas. Setiap tahun beasiswa penuh diberikan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik, serta bagi siswa tidak mampu secara ekonomi, dengan total beasiswa mencapai 12 Milyar.
Peraih beasiswa ini mendapatkan keuntungan kuliah gratis hingga lulus, kesempatan magang sambil kuliah, mendapatkan gaji perbulan, hingga uang saku perbulan. Pemberian beasiswa ini membuka akses siswa dari Aceh hingga Papua untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang berkualitas.
Peningkatan kualitas untuk mahasiswa baru dibarengi komitmen peningkatan kuantitas fasilitas pembelajaran untuk menambah daya tampung calon mahasiswa dari berbagai daerah. UIB menambah beberapa fasilitas baru diantaranya Gedung Rektorat 12 lantai, Gedung Fakultas Kedokteran, Kantin 3 lantai, peremajaan sport hall, penambahan laboratorium-laboratorium untuk kegiatan praktek prodi, serta peningkatan infrastruktur sistem informasi dan jaringan internet.
Peningkatan fasilitas bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar, meningkatkan kualitas akses ke kampus secara digital/virtual, meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan sivitas, serta mempertahankan keunggulan kompetitif universitas dalam menghadapi era disrupsi saat ini. Komitmen lain UIB peningkatan aksesibiltas adalah pembukaan program studi baru yang bertujuan untuk memperluas pilihan siswa terhadap program studi yang diminati. Pada tahun 2025, UIB telah membuka program studi baru yaitu Program Sarjana Gizi, Program Sarjana Biologi, Program Sarjana Kedokteran, serta Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. Kehadiran prodi-prodi baru ini bukan hanya menambah ragam pilihan bidang ilmu di UIB, tetapi juga memperluas akses bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang kesehatan dan sains.
Prodi Gizi hadir untuk mencetak tenaga ahli gizi yang mampu membantu masyarakat menerapkan pola makan sehat, mencegah penyakit degeneratif, dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Prodi Biologi menjadi wadah bagi mahasiswa yang ingin mendalami ilmu hayati, penelitian ilmiah, dan bioteknologi.
Lulusannya diharapkan dapat berkontribusi pada berbagai sektor, mulai dari riset, lingkungan, hingga industri Kesehatan. Pembukaan Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter pada bulan September 2025 menjadi salah satu langkah strategis UIB dalam menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan jumlah dokter yang tersedia, terutama di daerah-daerah terpencil. Dengan menghadirkan pendidikan kedokteran, UIB berperan aktif mendukung program pemerintah dalam memperbanyak tenaga medis yang kompeten.
Selanjutnya, peningkatan aksesibilitas diwujudkan melalui upaya meningkatkan mutu tata kelola dan akademik. Pada tahun 2025, UIB telah meraih sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018. ISO 9001 adalah standar internasional yang mengatur sistem manajemen mutu (quality management system), sedangkan ISO 21001 khusus dirancang untuk organisasi pendidikan yang mengatur sistem manajemen organisasi pendidikan dalam upaya meningkatkan proses belajarmengajar dan hasil pembelajaran.
Penghargaan ini merupakan bukti komitmen UIB dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, terjamin, dan sesuai harapan para pemangku kepentingan. Peningkatan muta tata selalu mendapat dukungan dan motivasi dari LLDIKTI Wilayah XVII. Pada Oktober 2025, UIB menerima Anugerah Penghargaan LLDIKTI Wilayah XVII, yaitu Bronze Winner Pengelolaan Media Sosial Terbaik Kategori Anugerah Humas Diktisaintek, Bronze Winner Pengelolaan Laman Terbaik Kategori Anugerah Humas Diktisaintek, Silver Winner Pelaporan PDDIKTI Terbaik Tingkat Universitas Kategori Anugerah Pelaporan PDDIKTI Periode 2024 Ganjil, Perguruan Tinggi Terakreditasi ”Unggul” Kategori Anugerah Kelembagaan Diktisaintek, Silver Winner Pelaporan Administrasi Tepat Waktu KIP Kuliah Ongoing Tahun 2025 Kategori Anugerah Kemahasiswaan Diktisaintek, dan juga menerima Top 5 Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Internasional Terbaik Kategori Anugerah Kerja Sama Diktisaintek, Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Industri Terbaik Kategori Anugerah Kerja Sama Diktisaintek, dan Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Pemerintah/LSM Terbaik Anugerah Kerja Sama Diktisaintek.
Berbagai bentuk komitmen peningkatan aksesibilas dan mutu UIB, merupakan perwujudan dari Rencana Pengembangan Jangka Panjang 2046 yang mengarahkan UIB untuk menuju universitas riset. Di masa depan UIB harus menjadi tulang punggung ekosistem inovasi STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika). Oleh karena itu, upaya menuju unversitas riset diinisiasi dengan didirikannya prodi baru dalam bidang Kesehatan dan Sains, yakni Program Sarjana Biologi, Gizi, Kedokteran dan Program Profesi Dokter pada tahun 2025. Upaya mengakselerasi riset yang terintegral dengan STEM telah diupayakan melalui kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mendirikan Diagnostic and Biomedical Research Center (DBRC). Pusat riset ini akan mengembangkan layanan laboratorium uji diagnostik penyakit berbasis molekuler. Kerja sama riset di bidang sains telah dilakukan pula dengan Yayasan Satria Budi Dharma Setia (YSDS) dalam menyediakan alat sequencing untuk mendukung penelitian berbasis genomik. Di masa depan, laboratorium ini berpotensi mengembangkan profil kesehatan, vaksin, dan pengobatan presisi berbasis DNA.
UIB memahami bahwa peningkatan aksesibilitas perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan pemberian beasiswa dan membuka program studi baru. Mutu pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, UIB menghadirkan dosen-dosen berkompeten, memperkuat kurikulum sesuai standar internasional, serta membangun ekosistem pembelajaran yang mendukung mahas i swa berkembang secara akademik maupun non-akademik untuk mendukung Rencana Pengembangan Jangka Panjang 2046 yang akan lebih fokus pada bidang bisnis dan rekayasa, karena dorongan menjadi universitas riset telah mengarahkan UIB untuk lebih memfokuskan pada bidang STEM di masa depan.
Dengan hal ini, UIB menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir bukan hanya untuk mengembangkan keilmuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau. UIB percaya bahwa akses pendidikan tinggi yang lebih luas akan membuka jalan bagi lahirnya generasi masa depan yang unggul, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Melalui langkah-langkah strategis ini, UIB terus membuktikan diri sebagai salah satu kampus pilihan utama di Kepulauan Riau dan Indonesia. Sebuah kampus yang konsisten dalam menghadirkan inovasi pendidikan, kualitas tata kelola, serta berkomitmen menjawab kebutuhan bangsa akan sumber daya manusia yang berkualitas. (adv)