Buka konten ini

BATAM (BP) – Menyambut Hari Jadi Fungsi Reserse Polri ke-78, Ditreskrimum Polda Kepri melaksanakan bakti sosial di sejumlah titik di Kota Batam. Selama dua hari, 4–5 Desember 2025, bantuan kebutuhan pokok dibagikan kepada masyarakat, mulai dari kampung tua hingga panti asuhan.
Kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda rutin jajaran reserse setiap tahun, namun pelaksanaan tahun ini dibuat lebih besar dan menjangkau lebih banyak warga.
“Kami ingin memastikan kehadiran polisi bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pelayanan sosial,” ujar Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Ade Mulyana.
Penyaluran bantuan dimulai dari Kampung Tua Terih, Kecamatan Nongsa. Personel Ditreskrimum turun langsung menyusuri gang-gang sempit untuk membagikan sembako kepada warga yang membutuhkan. Suasana akrab terlihat saat petugas berdialog dengan masyarakat di rumah-rumah sederhana tersebut.
Ade menegaskan, seluruh jajaran reserse memiliki tanggung jawab moral untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat. “Reserse tidak selalu identik dengan operasi dan penindakan. Kedekatan dengan masyarakat adalah bagian penting dari tugas kami,” katanya.
Setelah dari kampung tua, kegiatan berlanjut ke Panti Asuhan Ridho Illahi, Panti Asuhan Al-Aqsho, serta Panti Bina Yatim Dhuha. Anak-anak di tiga panti asuhan itu menyambut rombongan Ditreskrimum dengan antusias. Mereka menerima bantuan berupa beras, mi instan, dan telur.
Total bantuan yang disalurkan mencapai 280 karung beras, mi instan, dan telur. Seluruh paket sembako tersebut dibagikan merata di setiap lokasi. “Kami menyesuaikan jumlah bantuan dengan kebutuhan di lapangan. Prinsipnya, semua harus merasakan manfaat,” ujar Ade.
Pada hari kedua, kegiatan menyasar wilayah Sekupang, tepatnya Kelurahan Tiban Lama dan Tanjung Pinggir. Di dua lokasi ini, personel kembali melakukan penyerahan bantuan dari rumah ke rumah. Warga tampak antusias menyambut kehadiran Ditreskrimum.
Ade menambahkan, bakti sosial seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk implementasi Polri yang humanis. “Kami ingin masyarakat percaya bahwa polisi hadir dengan hati. Tidak hanya dalam situasi genting, tetapi juga dalam kegiatan sosial,” tuturnya.
Selain mempererat hubungan dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum introspeksi bagi jajaran reserse.
“Ini pengingat bahwa tugas kami tidak hanya soal penanganan kasus, tetapi juga bagaimana memberi dampak positif bagi lingkungan,” ujar Ade. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO