Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Bagi sebagian besar masyarakat, membeli rumah adalah keputusan finansial terbesar dalam hidup—sering kali harus dicicil selama puluhan tahun. Namun, kebutuhan atas hunian tidak bisa ditawar, dan kelompok yang kini menjadi pasar terbesar perumahan adalah generasi muda, khususnya Gen Z.
Lalu, apakah Gen Z dengan penghasilan setara upah minimum masih memiliki peluang untuk membeli rumah? Dengan memanfaatkan program perumahan pemerintah, kesempatan itu tetap terbuka selama mereka mampu berhemat serta disiplin dalam mengelola keuangan.
Bagi segmen ini, pola hidup konsumtif menjadi tantangan utama. Pengeluaran untuk gaya hidup dapat menyulitkan mereka menyiapkan uang muka, biaya administrasi, hingga biaya tambahan lainnya yang jumlahnya tidak kecil. Karena itu, kontrol keuangan menjadi langkah awal yang menentukan.
Dengan strategi yang tepat, kepemilikan rumah bukan lagi sekadar mimpi. Pemerintah menyediakan program 3 juta rumah yang menawarkan berbagai fasilitas dan subsidi untuk MBR, yang bisa dimanfaatkan Gen Z berpenghasilan UMR.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa langkah yang dapat ditempuh Gen Z untuk membuka jalan menuju rumah pertama. Langkah awalnya adalah menata kondisi finansial sejak dini. Keuntungan Gen Z adalah usia yang masih muda—yang memungkinkan tenor kredit lebih panjang sehingga cicilan per bulan menjadi lebih ringan. Semakin muda usia pemohon, semakin panjang tenor yang bisa dipilih. Masa cicilan yang lama tidak perlu ditakuti, sebab seiring waktu nilai cicilan akan terasa lebih ringan, sementara harga rumah cenderung terus meningkat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO