Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) — Proyek konektivitas gas dari wilayah Natuna dan Anambas menuju Kota Batam terus berjalan. Penyambungan pipa gas tersebut ditargetkan selesai pada awal 2026.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Muhammad Darwin, menjelaskan bahwa jalur gas eksisting saat ini berasal dari Lapangan Migas di Laut Natuna Utara dan disalurkan melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS) sepanjang 470 kilometer menuju Singapura.
Namun, terdapat satu cabang pipa yang dapat dimanfaatkan untuk mengalirkan gas ke Batam. Cabang itu berada di dekat perairan Pemping, Kota Batam, dengan jarak hanya sekitar 4,5 kilometer. “Ada satu cabang di dekat Pulau Pemping, jaraknya lebih kurang 4,5 kilometer saja,” kata Darwin, Kamis (27/11).
Penyambungan pipa gas ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI). Berdasarkan informasi terakhir, proses penyelesaian ditargetkan rampung 2026. Meski begitu, pengaliran gas baru dapat dimulai pada awal 2027. “Pipa selesai 2026, pengaliran gas pada 2027. Target dari perusahaan seperti itu,” ujarnya.
Proyek konektivitas gas Natuna–Anambas ke Batam ini merupakan bagian dari strategi pemanfaatan sumber daya gas alam untuk meningkatkan ketahanan energi, khususnya bagi kawasan industri yang terus berkembang di Batam. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY