Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Harga emas Antam kembali melemah pada perdagangan Rabu (26/11). Nilainya turun Rp2.000 menjadi Rp2.378.000 per gram, sedikit lebih rendah dibanding posisi sehari sebelumnya yang berada di angka Rp2.380.000 per gram.
Penurunan serupa terjadi pada harga buyback yang ikut terkoreksi Rp2.000 ke level Rp2.239.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.241.000 per gram. Dengan demikian, masyarakat yang hendak menjual emas batangan akan memperoleh nilai jual di kisaran tersebut.
Meski saat ini harga tengah turun tipis, pemilik emas yang membelinya sejak November 2022 masih menikmati keuntungan besar. Pada 26 November 2022, harga emas per gram tercatat Rp936.000. Jika seseorang membeli 5 gram seharga Rp4.680.000 dan menjualnya sekarang, emas tersebut dapat dilepas sekitar Rp11.195.000 (belum termasuk pajak). Artinya, keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp6.515.000.
Sementara itu, menurut laporan Reuters, harga emas global pada Selasa berada dalam posisi stabil. Data penjualan ritel Amerika Serikat yang lebih lemah dari proyeksi memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga pada Desember. Harga emas berada di level USD4.139,79 per troy ounce, mendekati posisi tertinggi sejak 14 November, setelah para pejabat The Fed memberi sinyal dukungan terhadap penurunan suku bunga ketiga tahun ini menjelang pertemuan 9–10 Desember.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 1,1 persen menjadi USD4.140 per troy ounce. Pelaku pasar kini memperhitungkan sekitar 85 persen kemungkinan pemangkasan suku bunga bulan depan. Dalam situasi suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik, emas—yang tidak menawarkan imbal hasil—biasanya menunjukkan performa lebih baik. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO