Buka konten ini

PERMASALAHAN rambut tidak hanya dialami perempuan. Banyak pria menghadapi kondisi kebotakan, terutama di bagian tengah kepala atau yang dikenal sebagai Androgenetic alopecia. Kondisi ini ditandai dengan penipisan rambut secara bertahap hingga akhirnya membentuk area botak di bagian tengah kepala. Situasi tersebut kerap mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri.
Berbagai sumber menyebutkan, ada sejumlah faktor yang memicu kebotakan pada pria.
Faktor Genetik
Faktor keturunan merupakan penyebab paling umum. Gen tertentu dapat membuat akar rambut lebih sensitif sehingga pertumbuhan rambut menjadi lebih pendek dan lebih tipis dari waktu ke waktu.
Penuaan
Proses penuaan juga berpengaruh. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastisitas kulit kepala menurun. Akar rambut pun melemah, membuat rambut lebih mudah patah dan tampak menipis. Penurunan sirkulasi darah ke kulit kepala turut mengurangi suplai nutrisi bagi folikel rambut.
Pola Makan
Asupan nutrisi yang tidak seimbang—terutama kekurangan zat besi, protein, atau vitamin—dapat menghambat pertumbuhan rambut. Akar rambut yang kekurangan nutrisi rentan mengalami kerontokan.
Penggunaan Produk Rambut Berlebihan
Produk penata rambut seperti gel atau pomade yang dipakai terlalu sering dapat menyumbat pori-pori kulit kepala. Akibatnya, akar rambut menjadi rusak dan kerontokan semakin mudah terjadi.
Setelah memahami penyebabnya, beberapa langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan.
Pengobatan Medis
Terdapat dua obat yang telah disetujui otoritas kesehatan AS untuk mengatasi kebotakan.
Minoxidil digunakan dengan cara dioleskan pada kulit kepala untuk memperpanjang fase pertumbuhan rambut.
Sementara itu, Finasteride diminum sesuai resep dokter dan bekerja dengan menurunkan sensitivitas akar rambut sehingga kerontokan berkurang.
Hair Tonic dan Pijat Kepala
Penggunaan hair tonic yang diformulasikan untuk memperkuat akar rambut dapat membantu merangsang pertumbuhan. Pijatan lembut selama 5–10 menit pada kulit kepala turut memperlancar aliran darah sehingga nutrisi lebih optimal terserap.
Konsumsi Suplemen
Suplemen yang mengandung vitamin D, E, B, serta omega-3 dapat mendukung kesehatan rambut dari dalam.
Transplantasi Rambut
Untuk kondisi yang lebih berat, transplantasi rambut dapat menjadi pilihan. Prosedur bedah ini memindahkan rambut dari area yang lebih tebal—biasanya dari bagian samping atau belakang kepala—ke area yang mengalami kebotakan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO