Buka konten ini

TIM dosen Politeknik Negeri Batam (Polibatam) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemberdayaan Pemasaran Digital Produk Kerajinan Tangan Warga Kampung Nelayan Batam, Inovasi Menuju Pasar yang Lebih Luas”.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelaku UMKM kerajinan di Kampung Nelayan Batu Merah dalam memanfaatkan pemasaran digital melalui pelatihan dan pendampingan intensif, Jumat (24/10).
Kegiatan ini dilatarbelakangi temuan bahwa mayoritas UMKM setempat masih mengandalkan pemasaran konvensional. Survei awal menunjukkan 80 persen pengrajin belum pernah menggunakan marketplace atau media sosial sebagai sarana pemasaran, sementara 73 persen belum memiliki identitas usaha dasar seperti logo dan nama merek.
Kondisi ini membatasi daya saing produk lokal dan menghambat perluasan pasar.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Nova Sabrina S.Ak., M.Si menyampaikan, penguatan kemampuan pemasaran digital menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika ekonomi berbasis teknologi. Ia menekankan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali warga agar mampu memasarkan produk secara mandiri dan berkelanjutan. Pemanfaatan digital marketing, menurutnya, membuka peluang lebih besar bagi produk kerajinan lokal untuk menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Rangkaian kegiatan meliputi survei lapangan, bimbingan teknis pemasaran digital, pelatihan pembuatan akun bisnis pada Instagram, Facebook, TikTok, dan marketplace seperti Shopee serta Tokopedia. Peserta juga memperoleh pelatihan desain grafis menggunakan Canva, pembuatan katalog digital, serta pendampingan strategi branding untuk memperkuat identitas produk.
Polibatam Store turut berperan sebagai Center of Excellence Commercialization and Product Sales dengan membantu memperluas jangkauan pemasaran produk warga. Selain itu, tim meluncurkan etalase digital bersama yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM yang belum memiliki akun bisnis pribadi. Peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu, terutama dalam memahami teknik unggah produk dan pembuatan foto produk lebih menarik. (*/adv)
Reporter : SUPRIZAL TANJUNG
Editor : GALIH ADI SAPUTRO