Buka konten ini

ANTARA (BP) – JakCloth Reborn Year End Sale 2025 yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, pada 24 hingga 28 Desember, mengusung komitmen untuk tidak menjual barang bekas impor ilegal (thrift).
”Kami tidak ada thrifting dan tidak menjual brand thrift,” kata Ketua JakCloth, Ucok Nasution saat konferensi pers di Markas Comika, Jakarta Selatan, Kamis (13/11) dikutip dari Antara.
Pasalnya, thrifting dianggap salah satu gangguan bagi jenama lokal, selain barang-barang bajakan. ”Bayangkan kami lagi enak-enak sampai tahun 2019, jualan ’gemah ripah loh jinawi’, tiba-tiba pandemi datang, thrifting dan lain-lain masuk. Nah itu akhirnya membuat kami juga terganggu ya,” kata Ucok.
Ucok mengungkapkan bahwa persoalan UMKM dengan produk ”thrifting” juga sedang dibahas di Kementerian UMKM. ”Saya diundang (dalam pembahasan) ke Kementerian UMKM, tapi saya suruh mas Sandy (Director JakCloth Sandy Permadi) yang ke sana,” kata Ucok.
Ia berharap, dukungan pemerintah yang baru dapat mendorong jenama lokal di Indonesia semakin tumbuh dan menggurita.
”Dan kultur JakCloth juga mendorong adanya jenama lokal baru, harus ada yang baru untuk ’trigger’ teman-teman UMKM lain yang masuk ke JakCloth. Tapi tentu masuknya lewat kurasi,” kata Ucok.
Selain bazar, acara JakCloth akan diramaikan dengan acara hiburan musik, antara lain dari JKT48, Kahitna, Superman Is Dead, Kotak, Element, Peterpan, The Sigit, Kla Project, dan masih banyak lagi. Show Director JakCloth Yadi ’Aa Godbless’ Sudiadi menambahkan musisi dari luar negeri turut ditampilkan seperti Hall The Elders (Amerika Serikat) dan Selling Before The Winds (Jepang). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY