Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Dapur MBG Tiban #01 Resmi Beroperasi, Layani Seribu Penerima Manfaat

SEKUPANG (BP) – Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Patam Lestari Tiban #01, Sabtu (8/11). Dapur ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar di pelbagai jenjang pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Batam, Yusal, menyebut dapur MBG Tiban #01 memperkuat laya­nan gizi di wilayah Sekupang yang memiliki lebih dari 45 ribu penerima manfaat.

“Mulai dari ibu menyusui, balita, hingga pelajar SD dan SMP, semua masuk dalam cakupan layanan. Dengan berope­rasinya dapur baru ini, distribusi gizi di Batam semakin ideal,” ujarnya.
Menurut Yusal, Kecamatan Sekupang kini memiliki 15 dapur MBG aktif dan Tiban menjadi yang ke-16. Daya serap program sudah mencapai 99 persen.

“Kami berharap seluruh pe­ngelola dapur tetap berpegang pada SOP dan terus berkoordinasi lintas sektor agar program ini benar-benar berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Ketua Yayasan Dewi Setya Kasih, Diana Marthina Chalim, selaku mitra pelaksana SPPG mengatakan dapur MBG Tiban menjadi salah satu langkah konkret pemerintah memperluas jangkauan program gizi nasional di Batam.

“Tahap awal, kami menyalurkan makanan bergizi gratis untuk 1.000 penerima manfaat, termasuk tiga posyandu di wilayah ini. Target kami 3.000 penerima manfaat karena sudah memiliki sertifikat kompetensi BNSP untuk tenaga pengolah makanan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa yayasan yang dipimpinnya tidak berorientasi pada keuntungan. Mitra tidak boleh menjadikan program ini sebagai ladang profit.
“Semua bahan makanan harus segar, berkualitas premium, bukan hasil sortiran pasar. Program ini adalah bentuk kasih dan tanggung jawab untuk anak-anak bangsa,” tegasnya.

Diana juga menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan penyimpangan di lapangan. “Kalau ada permainan dalam penyediaan bahan makanan, segera laporkan ke saya. Akan kami evaluasi, dan bila terbukti, saya sendiri yang akan laporkan ke BGN untuk ditutup,” ujarnya tegas.

Kepala SPPG Tiban #01, Lisboa Saputra Harianja, menjelaskan bahwa dapur ini dioperasikan oleh 22 petugas sesuai petunjuk teknis BGN.
“Kami bekerja 24 jam bergiliran. Proses memasak dimulai pukul 12 malam agar pagi hari makanan bisa langsung disalurkan. Fokus kami pada kualitas dan ketepatan waktu,” ujarnya.

Lisboa menambahkan, seluruh kegiatan produksi makanan mengikuti standar BGN yang menekankan tiga hal: kualitas, kuantitas, dan keamanan pangan.
“Itu prinsip utama kami. Karena yang kami layani adalah anak-anak dan ibu-ibu, jadi tidak ada kompromi untuk mutu,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Batam, Hendrik, menegaskan pihaknya akan ikut mengawasi pelaksanaan program MBG di Batam.
“Program ini adalah amanah Presiden Prabowo untuk rakyat. Jadi jangan ada permainan dalam pengolahan makanan. Kalau sampai ada, kami akan tindak,” katanya.

Hendrik juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dapur dan kualitas makanan yang disajikan. “Masak ribuan porsi setiap hari itu tidak mudah. Karena itu saya akan turun langsung memantau, minimal seminggu sekali. Jangan sampai makanan basi atau tidak layak konsumsi,” tegasnya. (*)

Reporter : Yashinta
Editor : Jamil Qasim