Buka konten ini

RIBUAN vial vaksin IPV atau Inactivated Poliovirus Vaccine milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau mengalami kerusakan, diduga akibat kelalaian dalam proses penyimpanan.
Setidaknya terdapat 2.000 vial vaksin IPV yang mengalami kerusakan karena kelalaian itu. Vaksin IPV diketahui digunakan untuk mencegah penyakit polio, yang banyak disuntikan untuk anak-anak.
”Ya benar, mungkin staf salah melihat kode cara penyimpanan. Ketahuannya setelah beberapa hari. Jadi memang kelalaian staf,” kata Kepala Dinkes Kepri, Muhammad Bisri, kepada Batam Pos, Jumat (7/11).
Ia menjelaskan, bahwa kerusakan vaksin polio itu sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Selain itu, staf yang melakukan kesalahan penyimpanan vaksin tersebut juga sudah diberikan sanksi.
Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kemenkes untuk meminta pengiriman vaksin lagi. Sehingga, kejadian ini menurutnya tidak sampai mengganggu pelayanan, karena stok vaksin masih mencukupi.
”(Nilai kerugian) kita tidak tahu. Kan ini vaksin dari pusat, karena kerusakan memang ada toleransinya. Baik saat pengiriman maupun kelalaian saat penyimpanan,” tambahnya.
Ia menambahkan, stok penggantian 2.000 vial vaksin yang rusak itu sudah tiba. Sehingga, stok vaksin polio saat ini bertambah menjadi 4.567 vial dan dapat mencukupi kurang lebih selama empat bulan.
”Penggantiannya sudah datang, ditambah dengan stok yang ada sebanyak 5.567 vial. Setara empat bulan kebutuhan kedepan,” pungkasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY