Buka konten ini

BINTAN (BP) – Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Porman Siregar, memukul warga binaan alias narapidana (napi) berinisial Z karena ketahuan membawa handphone saat razia di dalam Lapas tersebut.
Kejadian ini memicu kericuhan di dalam Lapas karena napi lain tidak terima insiden pemukulan tersebut.
”Benar tadi pagi ada insiden kericuhan di dalam Lapas, tapi sudah diatasi dengan langkah persuasif dan humanis. Alhamdulillah warga binaan sudah tenang,” ungkap Kepala Kanwil Ditjenpas Kepri, Aris Munandar, ditemui di Lapas yang berlokasi di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (7/11).
Kejadian bermula saat razia di Lapas, di mana petugas menemukan handphone milik napi Z. Penemuan ini membuat Kalapas Porman emosi dan memukuli napi Z karena sudah berulang kali diingatkan.
”Emosi Kalapas tidak terkendali dan menampar napi tersebut,” katanya.
Ia mengatakan, napi lain sempat protes atas insiden ini, tapi masalah ini sudah diselesaikan.
Napi Z sendiri divonis 8 tahun kurungan penjara atas kasus narkotika dan diketahui sudah dua kali melakukan pelanggaran di dalam Lapas tersebut.
”Dia (napi Z) masih diperiksa terkait asal handphone yang ditemukan, dan mengaku mendapatnya dari napi sebelumnya yang sudah bebas,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika terbukti petugas terlibat dalam menyelundupkan handphone ke dalam Lapas, maka akan ditindak tegas.
”Petugas Lapas kini dilarang membawa handphone dan harus menitipkannya di loker,” tegasnya.
Sementara Kalapas Porman Siregar juga masih menjalani pemeriksaan dan dinonaktifkan. ”Kalapas dinonaktifkan sementara,” pungkasnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY