Buka konten ini

Laut biru sebening kaca, pasir putih yang lembut di kaki, dan gugusan pulau tropis yang menenangkan pandangan. itulah Anambas, surga kecil di ujung barat Indonesia. Alamnya sempurna, tapi geliat wisatanya belum seindah lanskapnya.
BAGI Indra Gunawan, seorang tokoh muda di Kabupaten Kepulauan Anambas, keindahan itu seolah berjalan di tempat. Ia melihat promosi pariwisata daerahnya masih terjebak dalam pola lama. Ramai sesaat saat festival, lalu senyap kembali usai acara.
“Promosi wisata kita masih monoton. Pemerintah seharusnya berani membuat terobosan baru agar wisatawan tak sekadar datang sekali lalu lupa,” ujar Indra saat ditemui, Jumat (7/11).
Yang dimaksud Indra adalah pola promosi yang selama ini bertumpu pada Festival Padang Melang, sebuah agenda tahunan yang sudah menjadi ikon Anambas. Festival itu memang meriah: bazar kuliner, parade yacht, pertunjukan budaya, hingga lomba sampan layar. Tapi dari tahun ke tahun, dampaknya terhadap jumlah kunjungan wisatawan belum terasa signifikan.
“Sudah berapa kali festival digelar, tapi angka kunjungan masih segitu-gitu saja,” katanya.
Indra mengusulkan sesuatu yang lebih segar, sebuah napas baru bernama sport tourism. Menurutnya, Anambas punya modal besar untuk menggabungkan keindahan alam dengan tantangan olahraga.
Bayangkan, pesisir panjang Padang Melang disulap menjadi lintasan lari marathon. Atau laut jernih di Pulau Jemaja menjadi arena renang terbuka bagi triathlete dari berbagai negara.
“Kita bisa menggelar event seperti triathlon atau Ironman. Pesertanya pasti datang bukan hanya untuk bertanding, tapi juga menikmati alam Anambas,” ucapnya bersemangat.
Indra mencontohkan Bintan yang sukses menarik wisatawan dengan event olahraga seperti marathon internasional dan triathlon.
Event semacam itu tak hanya menarik atlet, tapi juga membawa serta keluarga, kru, hingga media internasional. Efeknya merembet ke banyak sektor seperti hotel, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.
“Bintan sudah membuktikan, sport tourism itu efektif. Anambas punya alam lebih indah, tinggal kemauan dan kreativitas saja,” tambahnya.
Dari kacamata Indra, Pulau Jemaja adalah lokasi paling potensial. Pantainya panjang, lautnya tenang, dan jalan rayanya mulus, itu semua elemen ideal untuk olahraga berbasis alam terbuka.
“Pantai Padang Melang itu lintasan alami. Jalannya rata, aman untuk lomba sepeda atau lari. Kalau konsepnya matang, event di sana bisa mendunia,” ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta, sponsor, dan penyelenggara event profesional agar ide itu tidak hanya sebatas wacana.
Indra yakin, sport tourism bisa menjadi babak baru pariwisata Anambas. Yakni membangkitkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus mengangkat citra daerah ke level internasional.
“Anambas itu sudah punya semua: laut, pantai, dan pesona. Yang dibutuhkan sekarang cuma keberanian untuk berpikir di luar kebiasaan,” tutupnya. (***)
Reporter : ihsan imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY