Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Universitas Terbuka (UT) Batam kembali menggelar Pekan Tilawah Pelajar se-Kepulauan Riau (Kepri) 2025, ajang tahunan bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat untuk menunjukkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. Kegiatan ini akan berlangsung pada 27–28 November 2025 di One Batam Mall, Batam Center.
Direktur UT Batam, Angga Sucita Hendrayana, mengatakan, penyelenggaraan tahun ini diadakan kembali setelah melihat antusiasme luar biasa dari peserta pada 2024 lalu. Saat itu, sebanyak 232 peserta dari 40 sekolah di seluruh Kepri turut ambil bagian. “Tahun ini kami ingin menghadirkan ruang pembinaan karakter dan spiritualitas bagi pelajar, sekaligus memperkuat peran UT sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap nilai keagamaan dan kebangsaan,” ujar Angga kepada Batam Pos, Selasa (6/11).
Menurut Angga, pelaksanaan tahun ini dibuat lebih meriah dan profesional, baik dari sisi teknis maupun apresiasi terhadap peserta. “Ada peningkatan kategori hadiah dan seluruh peserta akan mendapat souvenir eksklusif sebagai bentuk penghargaan,” tambahnya.
Pekan Tilawah Pelajar 2025 akan melombakan empat cabang utama, yakni Tartil, Tilawah, Da’i, dan Hadrah. Untuk cabang Tartil, Tilawah, dan Dai, kompetisi dibagi ke dalam kategori putra dan putri, sedangkan Hadrah dilombakan per tim.
Pendaftaran peserta telah dibuka dan akan ditutup pada 21 November 2025. Calon peserta bisa mendaftar melalui tautan atau QR code di poster resmi, atau langsung menghubungi panitia di 0812-6027-7190 dan 0811-6942-912.
UT Batam menargetkan lebih dari 240 peserta ikut serta tahun ini. Hingga awal November, sekitar 60 peserta sudah terdaftar. “Kami optimistis jumlah peserta akan terus bertambah menjelang penutupan pendaftaran,” kata Handra, panitia penyelenggara.
Handra menegaskan, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter pelajar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai integritas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Harapannya, pelajar Kepri memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual,” jelasnya.
Ia juga mengajak sekolah-sekolah di Kepri untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana pembinaan dan silaturahmi antar pelajar. “Ini bukan sekadar lomba, tapi juga ruang positif untuk menumbuhkan semangat religiusitas dan solidaritas,” ucapnya.
Lebih lanjut, Handra berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh sinergi antara dunia pendidikan dan nilai-nilai keagamaan. “Di tengah derasnya arus digital, pendidikan seharusnya tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga menanamkan nilai moral dan spiritual sebagai fondasi karakter bangsa,” tutupnya. (*)
Reporter : M. SYABAN
Editor : RATNA IRTATIK