Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas jangkauan perlindungan bagi pekerja rentan di Batam dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga insan pers.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, mengatakan, pihaknya tengah fokus mengejar universal coverage jaminan sosial tenaga kerja atau cakupan kepesertaan yang menyeluruh.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, stakeholder, hingga media agar seluruh pekerja—terutama sektor informal—dapat terlindungi,” ujar Erfan dalam kunjungan media (media visit) di Batam, Kamis (6/11).
Menurut Erfan, pekerja sektor informal seperti pedagang, nelayan, hingga pengemudi ojek masih menjadi tantangan utama dalam perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Banyak dari mereka yang belum memiliki perlindungan sosial ketenagakerjaan.
“Padahal, program ini merupakan bentuk kehadiran negara agar pekerja tidak kehilangan penghasilan ketika menghadapi risiko kerja,” tegasnya.
Erfan menambahkan, media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik tentang pentingnya jaminan sosial. Karena itu, sinergi dengan insan pers akan terus diperkuat.
“Media bukan sekadar menyampaikan berita, tapi juga berperan membangun literasi dan pemahaman masyarakat. Harapannya, semua pekerja sadar bahwa jaminan sosial adalah kebutuhan, bukan kewajiban yang dipaksakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Nagoya Batam, Suci Rahmad, menyebutkan bahwa capaian kepesertaan di Batam cukup tinggi. Berdasarkan data BPS, dari total 661.500 tenaga kerja, sebanyak 460.000 sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Untuk pekerja penerima upah (PU), kepesertaannya sudah mencapai 98,2 persen, sementara tingkat kepatuhan perusahaan berada di angka 87 persen. Namun, untuk sektor bukan penerima upah (BPU), baru sekitar 37 persen yang terdaftar,” jelas Suci.
Ia menambahkan, tahun depan pemerintah akan kembali menanggung iuran bagi sekitar 28 ribu pekerja rentan, termasuk petani, nelayan, pekerja keagamaan, serta RT dan RW.
“Program perlindungan bagi pekerja rentan ini akan terus berlanjut. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang terlindungi,” ujarnya.
Selain menggandeng pemerintah dan media, BPJS Ketenagakerjaan juga mengandalkan agen Perisai untuk menjangkau komunitas pekerja di lapangan. Agen ini menjadi ujung tombak sosialisasi dan pendampingan hingga ke tingkat akar rumput.
“Kami memiliki hampir 100 agen Perisai aktif di Batam. Mereka turun langsung ke lapangan untuk mengajak dan mendampingi calon peserta,” kata Suci.
Melalui sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, BPJS Ketenagakerjaan optimistis target perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Kepri dapat segera tercapai. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO