Buka konten ini

NONGSA (BP) – PT Batamraya Sukses Perkasa (BSP) Tanjung Sauh menanam 5.000 pohon mangrove di bibir pantai Pulau Ngenang. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus upaya memperkuat ekosistem pesisir Batam.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga kelestarian alam. Kami ingin mangrove tetap terjaga agar abrasi bisa dicegah, sekaligus mendukung kehidupan nelayan karena mangrove adalah tempat udang dan kepiting bertelur,” ujar Corporate Legal PT BSP, Martina, Rabu (5/11).
Penanaman dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, sebanyak 1.500 bibit mangrove ditanam dengan melibatkan warga sekitar.
“Kami berupaya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan terbuka terhadap masukan dari pihak mana pun untuk kebaikan bersama,” tambahnya.
Lurah Pulau Ngenang, Rusdi, mengapresiasi langkah PT BSP tersebut. Ia berharap penanaman mangrove itu bisa menjadi solusi permanen untuk mencegah abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Saya sangat berterima kasih kepada PT BSP atau Panbil Group atas kepeduliannya. Mangrove sangat penting untuk melindungi Pulau Ngenang dari abrasi,” kata Rusdi.
Ia juga mengajak warga agar ikut menjaga kelangsungan hidup mangrove yang sudah ditanam. “Manfaatnya mungkin tidak langsung terlihat, tapi sangat besar bagi anak cucu kita nanti. Karena itu, mari kita rawat bersama,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Karang Taruna Kelurahan Ngenang, Julhalim, yang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sampai di sini.
“Kami berterima kasih kepada PT BSP. Penanaman mangrove seperti ini sangat penting bagi masyarakat pesisir. Semoga ke depan makin banyak pohon yang ditanam,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Peduli Lingkungan Hidup dan Kelautan Provinsi Kepri, Suhardi, menegaskan bahwa mangrove memiliki peran vital bagi kehidupan biota laut. “Mangrove adalah rumah bagi ikan, udang, ketam, dan kepiting. Kalau mangrove terjaga, otomatis kehidupan nelayan pun akan ikut terjamin,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama untuk menjaga pesisir Batam agar tetap hijau dan produktif, sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem laut di masa depan. (*)
Reporter : ALFIAN LUMBAN GAOL
Editor : RATNA IRTATIK