Buka konten ini

SEPATU hak tinggi dan sandal jepit sering disebut biang masalah kesehatan kaki. Namun, ada faktor lain yang kerap terlupakan, yaitu kaos kaki. Meski tampak sepele, pemilihan kaos kaki yang kurang tepat bisa berdampak pada kenyamanan dan kesehatan kaki.
Menurut para ahli, kaos kaki yang sesuai dapat memberikan perlindungan, menjaga kelembapan, menstabilkan suhu, sekaligus membuat kaki terasa nyaman. Dikutip dari Huffington Post, berikut hal-hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Warna Gelap Bisa Sebabkan Iritasi
Kaos kaki berwarna gelap—terutama hitam—ternyata bisa menimbulkan iritasi pada kulit. Penyebabnya, zat pewarna pada kain berwarna gelap biasanya lebih pekat dan mudah luntur, apalagi bila bersentuhan langsung dengan kulit.
Zat pewarna tersebut dapat meninggalkan noda kehitaman di kuku dan menimbulkan rasa gatal. Pada kulit sensitif, paparan jangka panjang bisa menyebabkan alergi ringan atau peradangan.
Dokter spesialis kaki, Dr. Ebonie Vincent-Sleet, menjelaskan bahwa kaos kaki hitam juga cenderung menghambat sirkulasi udara, membuat keringat terperangkap, dan menciptakan kondisi lembap yang ideal untuk pertumbuhan jamur.
“Zat warna hitam bisa menempel di kuku dan memicu jamur, terutama bila sering memakai sepatu tertutup,” ujarnya.
Untuk menghindarinya, sebaiknya cuci kaos kaki hitam terlebih dahulu sebelum dipakai. Langkah ini membantu mengurangi sisa pewarna yang bisa menempel di kulit.
2. Perhatikan Jenis Bahan
Bahan kaos kaki sangat berpengaruh terhadap kesehatan kaki. Kaos kaki yang mampu menyerap keringat dengan baik dapat mencegah masalah seperti kutu air atau jamur kuku.
Katun: Nyaman, tetapi tidak terlalu efektif menyerap kelembapan. Keringat yang menempel di kulit bisa memicu iritasi.
Wol: Lebih baik dalam menyerap kelembapan, namun terasa panas dan tebal di cuaca hangat.
Sintetis: Campuran berbagai bahan yang unggul dalam menyerap keringat, cocok untuk olahraga atau aktivitas padat.
3. Ukuran yang Tidak Pas
Kaos kaki yang terlalu longgar bisa melorot dan menyebabkan gesekan, sementara yang terlalu ketat dapat menghambat aliran darah. Pilihlah ukuran yang pas di bagian lengkungan dan tumit agar tetap nyaman saat bergerak.
4. Segera Ganti Jika Usang
Kaos kaki yang sudah melar, berlubang, atau kotor sebaiknya diganti. Menurut Dr. Amiethab Aiyer dari Johns Hopkins Medicine, kaos kaki kotor bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur penyebab infeksi.
Idealnya, kaos kaki perlu diganti setiap tiga hingga enam bulan sekali agar kaki tetap sehat dan terhindar dari gangguan kulit. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : putut aryo tedjo