Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), memulai pembangunan fasilitas produksi soda ash pertama di Indonesia dengan investasoi Rp 5 triliun. Pabrik yang berada di Bontang, Kaltim, diperkirakan mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional yang selama ini masih bergantung pada impor.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, pembangunan ini menandai babak baru dari perjalanan panjang industri pupuk dan petrokimia nasional yang telah berkembang sejak berdirinya pabrik pertama pada 1959. Hal itu sekaligus menjadi langkah penting menuju hilirisasi industri kimia strategis dan transformasi berkelanjutan yang rendah emisi.
Rahmad mengatakan, dengan memanfaatkan karbon dioksida (CO2) hasil samping dari fasilitas produksi amonia eksisting, pabrik ini akan menghasilkan produk kimia bernilai tambah tinggi, yaitu soda ash yang dibutuhkan oleh berbagai sektor industri nasional.
Seperti kaca, deterjen, makanan, pulp and paper, keramik dan sebagainya.
“Saat beroperasi penuh, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 300 ribu metrik ton per tahun dan diperkirakan mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional yang selama ini masih bergantung pada impor,” ujar Rahmad.
Senior Director of Business Performance & Assets Optimization Danantara Asset Management Bhimo Aryanto menyebutkan, proyek ini tidak semata-mata menjadi investasi bisnis, tetapi juga menjadi investasi masa depan.
”Proyek ini tidak hanya menciptakan industri baru, tetapi juga mengoptimalkan sumber daya yang ada dan mengurangi limbah industri secara signifikan. Kami ingin pabrik ini menjadi benchmark baru bagi industri kimia hijau Indonesia,” ujarnya. (*)
Reporter : JP Group
Editor : putut arIyo