Buka konten ini

KAIRO (BP) – Mesir akhirnya membuka Museum Agung Mesir (Grand Egypt Museum/GEM) pada Sabtu (1/11) malam waktu setempat. Museum senilai USD 1 miliar (Rp16,6 triliun) itu sudah direncanakan sejak 2005, tetapi berkali-kali tertunda karena berbagai alasan.
”Hari ini, saat kita merayakan bersama pembukaan Museum Agung Mesir, kita sedang menulis babak baru dalam sejarah masa kini dan masa depan,” kata Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi dalam upacara pembukaan seperti dilansir dari AFP.
”Ini adalah kesaksian hidup akan kegeniusan manusia Mesir, yang membangun piramida dan mengukir kisah keabadian di dindingnya,” imbuh Al-Sisi.
Rumah Artefak Enam Milenium
Museum Agung Mesir akan menjadi rumah bagi puluhan ribu artefak yang berasal dari lebih dari enam milenium. Menurut Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly, museum sejatinya menyimpan lebih dari 100 ribu artefak, tetapi hanya setengahnya dipamerkan. Itu pun sudah menjadikan Museum Agung Mesir sebagai yang terbesar di dunia dalam memamerkan sebuah peradaban.
”Ini adalah mimpi yang kita semua bayangkan. Kita semua bermimpi bahwa proyek ini akan terwujud,” kata Madbouly dikutip dari The National. Dia menambahkan, bagian terbesar dari konstruksi, penyelesaian, dan pemugaran museum telah dikebut dalam tujuh hingga delapan tahun terakhir. Kerusuhan politik, konflik regional, dan pandemi Covid-19 jadi alasan pembangunan museum tertunda.
Patung Ramses II
Untuk isi museum, pengunjung awalnya memasuki aula-aula luas yang dipenuhi cahaya dengan langit-langit yang menjulang tinggi dan dinding batu berwarna pasir yang menggemakan gurun di sekitarnya. Di tengah atrium utama terdapat patung Ramses II seberat 83 ton. Ramses II adalah firaun yang memerintah Mesir selama 66 tahun dan termasuk dalam masa keemasan negara yang kali pertama mengakui kemerdekaan Indonesia tersebut.
Raja Tutankhamun
Tidak seperti Museum Mesir yang sempit dan berusia seabad di pusat kota Kairo, Museum Agung Mesir menampilkan galeri-galeri imersif, pencahayaan presisi, pameran realitas virtual, bahkan museum anak-anak. Namun, bintang utama pameran ini adalah koleksi Raja Tutankhamun yang terdiri dari lebih dari 5.000 benda, banyak di antaranya dipamerkan bersama untuk kali pertama.
Andalan Baru Pariwisata
Museum Agung Mesir baru resmi dibuka untuk umum pada Rabu (4/11). Museum Agung Mesir diharapkan bisa jadi andalan baru sektor pariwisata Mesir. Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata Mesir telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan 15 juta pengunjung mengunjungi Mesir dalam sembilan bulan pertama tahun ini dan menghasilkan USD 12,5 miliar (Rp 207,9 triliuun) atau naik 21 persen dari tahun sebelumnya. ”Kami berharap angka kunjungan ke museum negara kami meningkat dari 5-6 ribu pengunjung per hari menjadi 15 ribu per hari,” kata Menteri Pariwisata Mesir Sherif Fathy. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY