Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Kerusakan pendingin ruangan (AC) di ruang rawat inap RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, membuat sejumlah keluarga pasien terpaksa membawa kipas angin pribadi agar tetap merasa nyaman.
Kondisi ruangan yang panas dan tertutup membuat para pasien sulit beristirahat. “Jadi kami bawa kipas angin sendiri, apalagi ruangannya tertutup,” ujar Ronal, salah satu keluarga pasien, Jumat (31/10).
Ia menjelaskan, inisiatif membawa kipas angin bukan karena instruksi rumah sakit, melainkan demi kenyamanan keluarganya yang sedang dirawat. “Selama tiga hari menginap, AC-nya sama sekali tidak menyala. Bukan cuma saya, keluarga pasien lain juga begitu,” katanya.
Hal serupa disampaikan Buhriadi, keluarga pasien lainnya. Anak perempuannya yang dirawat karena usus buntu juga mengalami hal serupa. “Selama beberapa hari di sini, saya belum pernah lihat AC-nya menyala. Katanya masih dalam proses perbaikan, jadi kami bawa kipas sendiri,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Perencanaan RSUD RAT, Syarip Hidayat, membenarkan bahwa beberapa pendingin ruangan di ruang inap memang sedang mengalami gangguan.
“Beberapa ruangan memang bermasalah dengan AC-nya. Kami tetap menyampaikan kondisi ini kepada pasien sebelum menjalani rawat inap. Untuk sementara, kami pasang kipas di setiap ruangan,” jelasnya.
Syarip menambahkan, perbaikan AC sentral rumah sakit sudah dilakukan, namun belum bisa berfungsi normal karena jaringan pipa besi yang menghubungkan mesin AC ke ruangan mengalami korosi.
“Pipa besinya sudah berkarat di hampir setiap lantai. Kami sedang berupaya melakukan pengelasan agar tidak bocor lagi,” pungkasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO