Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Kabar gembira datang bagi para penerima manfaat atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di penghujung Oktober 2025. Sejumlah bantuan sosial dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta Bantuan Langsung Tunai Sektor Kesejahteraan (BLTS Kesra) senilai Rp900 ribu, mulai disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Laporan dari sejumlah wilayah menunjukkan bahwa rekening para KPM di bank penyalur — antara lain BNI, BRI, Mandiri, dan BSI — mulai terisi dengan nominal yang cukup besar, bahkan ada yang mencapai Rp3 juta.
Jumlah tersebut tergolong tinggi karena sebagian penerima mendapatkan lebih dari satu jenis bantuan secara bersamaan. Misalnya, pencairan PKH tahap II dan III, BPNT tahap II dan III, serta penebalan BPNT senilai Rp400 ribu. Akibatnya, total dana yang masuk merupakan gabungan dari beberapa tahap penyaluran bantuan sosial yang berjalan bersamaan.
Menurut laporan Diary Bansos, Rabu (29/10), sebagian besar dana sudah ditransfer melalui rekening bank, terutama bagi penerima yang kini menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) setelah sebelumnya menerima bantuan lewat kantor pos. Kelompok ini umumnya menerima nominal lebih besar karena mencakup bantuan yang sempat tertunda pada periode sebelumnya.
Sementara itu, untuk tahap IV penyaluran PKH dan BPNT periode Oktober–Desember 2025, proses verifikasi rekening masih berlangsung di sistem Dinas Sosial. Tahap pencairan baru dijadwalkan akan dilakukan pada pertengahan hingga akhir November 2025.
Pemerintah memastikan bahwa semua penerima yang telah lolos verifikasi akan segera mendapatkan haknya. Selain PKH dan BPNT, bantuan BLTS Kesra Rp900 ribu juga sedang dalam proses pencairan.
Berdasarkan surat resmi dari Kementerian Sosial, tahapan verifikasi kelayakan penerima BLTS Kesra semula ditargetkan rampung pada 28 Oktober 2025. Namun, hingga kini sistem masih memproses data dari berbagai daerah, menandakan adanya perpanjangan waktu verifikasi agar seluruh wilayah dapat menyelesaikan pendataan dengan baik.
Pemerintah juga meminta para operator di tingkat desa dan kelurahan untuk mempercepat proses verifikasi agar dana bantuan bisa segera disalurkan. Setelah data penerima dinyatakan valid, dana akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing KPM.
Dengan mulai cairnya berbagai program bantuan sosial ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan dana tersebut secara bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Pemerintah menegaskan bahwa program bantuan akan terus berlanjut hingga akhir 2025 sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Bagi KPM yang sudah menerima notifikasi saldo masuk, tidak perlu khawatir karena dana yang diterima kemungkinan merupakan akumulasi dari beberapa tahap bantuan.
Sedangkan bagi yang belum menerima, diminta bersabar karena verifikasi masih berlangsung dan pencairan diperkirakan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO