Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) – Warga Melcem, Kelurahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, digegerkan oleh penemuan tumpukan bawang merah dan bawang bombay di kawasan lereng bukit tak jauh dari SD Negeri 002 Batuampar di Melcem, Minggu (26/10).
Salah seorang warga yang pertama kali mengetahui kejadian itu mengatakan, informasi soal temuan tersebut mulai beredar sejak pagi. Namun, dirinya baru sempat mendatangi lokasi pada sore hari setelah mendengar cerita dari tetangga.
“Saya dapat kabar dari tetangga, katanya ramai warga di atas bukit. Pas saya lihat, memang banyak bawang gede-gede, ada bawang merah dan bombay,” ujar warga Batuampar yang tidak ingin namanya disebutkan.
Warga menyebut, bawang-bawang itu tampak berserakan di lokasi yang menyerupai area semak dan perbukitan kecil. “Tempatnya naik sedikit dari SDN 002, di lereng bukit. Kayak di tengah hutan,” ujarnya.
Meski belum diketahui sumber pasti barang tersebut, sejumlah warga menduga bawang-bawang itu berasal dari kontainer yang tidak membayar pajak. “Dengar-dengar dari kontainer, tapi saya juga nggak tahu benar atau tidak,” ucapnya.
Video gundukan bawang merah dan bawang bombay beredar di media sosial (medsos). Bawang dalam jumlah besar itu ditemukan warga di tepi jurang kawasan permukiman padat penduduk.
Informasi bawang yang dibuang tersebut menyebar cepat di media sosial dan perpedanan sehingga puluhan hingga ratusan warga berbondong-bondong mendatangi kawasan Sei Tering II RT 002/RW 005, Melcem, Tanjungsengkuang, yang merupakan lokasi persis pembuangan bawang tersebut.
“Yang pertama kali menemukan itu anak-anak bermain dekat jurang,” ujar Ilham, warga Tanjungsengkuang, Batuampar.

Ia menjelaskan, warga yang mengetahui gundukan bawang tersebut berbondong-bondong ke lokasi. Ia memperkirakan jumlahnya mencapai 3 truk kontainer.
“Beratnya bisa mencapai 1 ton. Sampai siang masih banyak warga yang ngambil,” katanya.
Sementara Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki temuan bawang merah dan bawang bombay tersebut.
“Masih dalam proses penyelidikan kami,” katanya.
Sementara itu, pihak Bea Cukai Batam mengaku belum mengetahui perihal bawang yang dibuang tersebut. Termasuk, apakah itu barang ilegal yang diimpor dari luar negeri, atau barang yang menyalahi aturan lainnya.
”Sampai saat ini belum ada info terkait itu,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia. (*)
Reporter : FISKA JUANDA – YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK