Buka konten ini

BATAM (BP) – Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Kota Batam menggelar pelatihan dan sertifikasi pertolongan pertama berbasis masyarakat bagi 20 anggotanya di Gedung PMI Kota Batam, Minggu (26/10). Kegiatan bertajuk First Aid Training itu menjadi langkah awal IPTI dalam mencetak kader muda yang tanggap, peduli, dan siap membantu masyarakat di situasi darurat.
Sekretaris PMI Kota Batam, Asmin Patros, menyampaikan apresiasi atas inisiatif IPTI menggelar pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan komitmen PMI untuk memperluas jaringan pertolongan pertama berbasis masyarakat.
“Kami sangat menyambut baik inisiasi dari teman-teman IPTI. Harapan kami, ini menjadi angkatan pertama dan terus berlanjut ke depan. PMI siap mendukung penuh pengembangan program pelatihan pertolongan pertama yang melibatkan masyarakat luas,” ujarnya.
Asmin menjelaskan, PMI Batam secara rutin berkolaborasi dengan berbagai organisasi sosial, termasuk Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), induk organisasi IPTI. Selama ini, kerja sama tersebut banyak terfokus pada kegiatan sosial seperti donor darah yang digelar empat kali setahun.
Dari keterlibatan aktif itulah muncul gagasan baru dari IPTI untuk memperluas kontribusi sosial mereka melalui pelatihan pertolongan pertama.
“Ide ini lahir dari teman-teman IPTI setelah sering terlibat dalam kegiatan sosial bersama PSMTI dan PMI. Kini mereka ingin mengambil peran langsung dalam pelatihan pertolongan pertama, dan kami sangat mendukung langkah positif ini,” kata Asmin.
Ketua IPTI Kepri, Agung, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita belajar bersama bagaimana memberikan pertolongan pertama kepada siapa pun yang membutuhkan. Ini bukan hanya pelatihan teknis, tapi juga wujud kepedulian sosial yang nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC IPTI Batam, Dicky Larson, menyebut pelatihan ini akan menjadi program berkelanjutan hingga masa bakti 2027. IPTI menargetkan sedikitnya 500 pemuda akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi serupa di masa mendatang. “Kami ingin terus membuka diri untuk berkolaborasi lintas masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap IPTI bisa melahirkan kader muda yang siap memberi dampak positif bagi Batam dan menjadi kebanggaan nasional,” tutur Dicky.
PMI Batam sendiri berkomitmen untuk memperluas jangkauan pelatihan pertolongan pertama hingga ke lingkungan perumahan, tempat ibadah, dan organisasi sosial lainnya.
Dengan dukungan lintas komunitas seperti IPTI, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat semakin meningkat.
Pelatihan ini menjadi langkah konkret sinergi antarorganisasi sosial dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan membangun semangat kemanusiaan di Kota Batam. (*/adv)
Reporter : Aziz Maulana
Editor : RATNA IRTATIK