Buka konten ini

BINTAN (BP) – Cuaca ekstrem disertai angin kencang dan hujan deras melanda wilayah Kabupaten Bintan sejak Jumat malam (24/10) hingga Minggu pagi (26/10). Akibatnya, sedikitnya lima rumah warga rusak dan roboh di dua kecamatan, yakni Bintan Timur dan Bintan Pesisir.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, mengatakan empat rumah warga rusak akibat angin kencang pada Jumat malam. Satu rumah milik Mulyadi N di Desa Mapur, Kampung Nendiang, Kecamatan Bintan Pesisir, dan tiga lainnya di Kecamatan Bintan Timur milik Rayendra, Hironimus Rego, serta Edison Edo. “Kerusakan meliputi bagian atap dapur, kamar, ruang tengah, dan ruang tamu,” ujar Ramlah, Sabtu malam (25/10).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bintan langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan. Petugas bersama TNI, Polri, perangkat desa, dan warga setempat bergotong royong membersihkan puing bangunan yang rusak.
Ramlah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Bintan, termasuk gelombang tinggi di perairan.
“Cuaca seperti ini bisa datang secara tiba-tiba. Kami minta warga tetap waspada,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, menambahkan bahwa sebagian besar kerusakan tergolong ringan. “Tim sudah meninjau tiga rumah di Sei Lekop. Kerusakannya bervariasi, tapi kebanyakan di bagian atap,” jelasnya.
Ia menyebut, pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan material bangunan dan logistik setelah pendataan selesai dilakukan.
Tak hanya disebabkan angin kencang, gelombang pasang juga memperparah dampak cuaca ekstrem. Minggu pagi (26/10), rumah milik Laila, 45, warga Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, juga roboh diterjang air laut pasang. Beruntung, Laila dan keluarganya selamat setelah berhasil keluar sesaat sebelum rumahnya ambruk.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Rumah memang sudah rapuh dan tidak kuat menahan terjangan ombak,” ujar Kepala Desa Air Glubi, Jumadil.
Dalam video yang beredar, terlihat rumah kayu milik Laila hancur dan materialnya hanyut ke laut. Sejumlah warga pun bergotong royong mengumpulkan potongan kayu untuk dimanfaatkan kembali.
Agus Ariyadi membenarkan peristiwa itu dan menyebut BPBD tengah melakukan asesmen untuk menghitung nilai kerugian.
“Kami segera menyalurkan bantuan logistik kepada korban,” ujarnya.
BPBD Bintan terus mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi angin kencang dan air laut pasang dalam beberapa hari ke depan. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO