Buka konten ini

Kanker serviks masih menjadi momok bagi kaum perempuan, padahal penyakit mematikan ini sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi sejak dini. Pencegahan kanker serviks bisa dimulai sejak usia muda dengan vaksinasi HPV dan pemeriksaan rutin.

DALAM rangka Hari Dokter Nasional, 24 Oktober dan juga Breast Cancer Awareness Month serta Road to Women And Hope Expo 2025 yang akan dilaksanakan Minggu (26/10) di Hotel Wyndham Panbil, Rumah Sakit Awal Bros Batam menggelar edukasi kesehatan. Yaitu bincang sehat bertema “Healthy & Aware: Lindungi Diri dari Kanker Serviks” bersama Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Onkologi RS Awal Bros Batam, dr. Gumilang Wiranegara, SpOG (K) Onk FMIS melalui siaran langsung Instagram pada Jumat (24/10).
Dalam paparannya, dr. Gumilang menjelaskan bahwa kanker serviks merupakan penyakit kanker yang menyerang organ reproduksi wanita, tepatnya di area leher atau mulut rahim. Kanker serviks makin ditakuti karena gejalanya tidak langsung terlihat pada stadium awal.
Gejalanya baru bisa dirasakan atau terlihat ketika penyakit ini sudah masuk stadium akhir.
Meski demikian, kanker serviks sangat bisa disembuhkan selama penyakitnya dapat terdeteksi sedini mungkin. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, terutama wanita yang berada dalam usia reproduksi atau sudah aktif secara seksual. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada wanita di Indonesia.
“Kanker serviks berbeda dengan jenis kanker lainnya. Penyebabnya sudah jelas, yakni virus HPV (Human Papilloma Virus). Sekitar 99,7 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus ini,” ujar dr Gumilang Wiranegara, SpOG (K) Onk FMIS.
Dengan mengetahui penyebabnya, lanjutnya, maka langkah pencegahan bisa dilakukan dengan lebih terarah. Salah satu cara efektif mencegah kanker serviks adalah melalui vaksinasi HPV serta pemeriksaan dini secara berkala.

“Vaksin HPV dapat diberikan mulai usia sembilan tahun hingga 55 tahun. Untuk anak berusia 9–13 tahun cukup dua kali suntikan vaksin quadrivalent HPV dengan jarak enam bulan. Sedangkan usia di atas 13 tahun diberikan tiga kali suntikan,” jelasnya.
Selain vaksinasi, pemeriksaan dini seperti tes IVA, Pap smear, dan tes HPV DNA juga sangat penting bagi wanita yang sudah menikah. Menurut dr. Gumilang, pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan secara rutin hingga usia lanjut.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa gejala awal kanker serviks sering kali tidak tampak. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain keputihan berlebih, perdarahan di luar siklus haid, nyeri saat berhubungan, dan perdarahan setelah berhubungan.
Jangan tunggu parah baru melakukan pemeriksaan. Jika ada keluhan seperti itu, segera datang ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Jangan menunggu izin atau waktu luang dari suami. Kesehatan diri sendiri harus menjadi prioritas.
Pemeriksaan IVA ini cukup sederhana, singkat dan cepat bisa dilakukan di Puskesmas atau bidan praktik swasta. Bila ditemukan IVA positif, maka pasien harus lebih menyadari sehingga melakukan rujukan ke dokter kandungan.
Namun, kondisi seberapa parah kerusakannya tidak bisa diketahui oleh tes IVA (inspeksi visual dengan asam asetat), karena ini adalah screening dasar. Kemudian, ketika pasien dirujuk ke rumah sakit akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu pap smear.
“Yaitu pengambilan sampel dari permukaan serviks untuk dilihat ke mikroskop dan di sinilah akan diketahui kerusakan dari selnya,” jelasnya.

Dokter menyarankan sebelum terjadinya kerusakan dengan mendeteksi virus tersebut dengan pengambilan sampel melalui co-testing bersamaan antara pap smear dan PCR HPV DNA dengan akurasi lebih tinggi.
“Dibandingkan tes IVA, akurasinya hanya 60 sampai 80 persen sedangkan pap smear saja hanya 70 sampai 80 persen, namun bila dilakukan pap smear dan pcr HPV itu di atas 99 persen,” sebutnya.
Semakin dini kanker serviks ditemukan, maka kesempatan keberhasilan sembuh semakin besar. Ada proses dimana kondisi sebelum menjadi kanker, jika ditemukan pada saat itu bisa dipastikan sembuh. Tetapi jika sudah menjadi kanker, tergantung pada stadiumnya.
dr. Gumilang juga berpesan kepada para orang tua, terutama ibu yang memiliki anak perempuan, agar tidak ragu memberikan vaksin HPV sebagai bentuk perlindungan dini.
“Vaksin HPV aman. Hingga kini belum ada laporan efek samping berat. Jadi jangan ragu melindungi generasi penerus kita,” tuturnya.
Kegiatan Women And Hope Expo 2025 yang akan digelar Minggu (26/10) di Hotel Wyndham Panbil bakal menghadirkan berbagai narasumber ahli dan pemeriksaan kesehatan gratis khusus bagi perempuan.
Dengan kegiatan ini, RS Awal Bros Batam berharap masyarakat, khususnya kaum wanita, semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi dan pemeriksaan berkala. (***)
Reporter : ANDRIANI SUSILAWATI
Editor : GUSTIA BENNY