Buka konten ini

BATAM (BP) – Dapur Sentra Pemberi Pangan Gizi (SPPG) Nongsa di Batubesar 04 resmi beroperasi, Rabu (22/10). Dapur yang berlokasi di Ruko Permata Bandara, Kelurahan Batubesar, ini menjadi dapur ke-7 yang aktif dari target 8 dapur SPPG untuk wilayah Nongsa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, menekankan pentingnya kualitas dan keamanan pangan dalam setiap proses produksi makanan bergizi gratis bagi anak sekolah. Ia meminta pengelola dapur bekerja dengan teliti dan disiplin agar tidak terjadi insiden seperti sebelumnya.
“Pastikan makanan yang disajikan benar-benar layak dikonsumsi. Jangan sampai kejadian seperti di Sagulung, di mana ada anak yang sakit usai makan, terulang lagi,” ujar Hendri dalam sambutannya.
Hendri juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapur. Menurutnya, dapur adalah area steril yang harus terbebas dari gangguan pihak luar maupun serangga yang dapat menjadi sumber kontaminasi.
“Lalat yang hinggap di bahan makanan bisa meninggalkan telur dan berkembang jadi ulat. Jadi, mohon dapur benar-benar dijaga kebersihannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, guru dan pengelola sekolah juga memiliki peran penting dalam memastikan makanan yang diterima siswa aman dan layak konsumsi. Bila ditemukan makanan berbau atau mencurigakan, Hendri meminta agar segera dilaporkan kepada penyedia dapur.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Nongsa saat ini masih menjangkau sekitar seribu penerima. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring kesiapan dapur dalam meningkatkan kapasitas produksi.
“Ini baru tahap awal, yakni 1.000 porsi. Dapur SPPG 04 Nongsa masih diuji coba sebelum kapasitasnya ditingkatkan. Yang penting, proses masak dan distribusi harus sesuai standar operasional,” kata Hendri.
Sementara itu, Mitra SPPG 04 Batubesar Diana Marthina memastikan dapur yang dikelolanya sudah memenuhi standar nasional MBG yang ditetapkan pemerintah.
“Dapur kami dibangun sesuai layout standar MBG dengan luas 400 meter persegi. Dilengkapi gudang terpisah, ruang produksi berkapasitas hingga 3.000 porsi, serta zona penunjang bagi tenaga gizi dan akuntan,” ujar Diana.
Menurut Diana, dapur tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala SPPG 04 Nongsa Nanda menambahkan, pihaknya memastikan seluruh proses produksi dan distribusi berjalan tepat waktu dan sesuai prosedur.
“Kami sudah buat perjanjian dengan sekolah bahwa makanan harus dikonsumsi maksimal empat jam setelah diterima. Penyaluran dimulai pukul enam pagi, sementara proses memasak sudah dilakukan sejak pukul dua dini hari,” ungkap Nanda.
Untuk tahap awal, dapur SPPG 04 Nongsa memproduksi 1.000 ompreng per hari. Pada minggu kedua, jumlah itu diperkirakan meningkat seiring kesiapan tenaga dan peralatan. Seluruh menu disiapkan di bawah pengawasan ketat ahli gizi dapur. (***)
Reporter : Yashinta
Editor : Ratna Irtatik